GBI PRJ - JAKARTA
JAKARTA (RAYON 1-F)
"KUASA DARAH YESUS"
Pembicara: Pdt. Yosia Abdisaputera.
GBI PRJ (Praise Revival for Jesus)
Mega Glodok Kemayoran- Jakarta Utara
Darah Yesus itu tidak sama dengan darah kita,
lihat Luk.1:34-35. Kelahiran Yesus bukan dari benih
laki-laki, bukan karena hubungan suami-isteri. Tetapi,
Yesus lahir dari Roh Kudus.
Ada enam kuasa darah Yesus, yaitu:
1.Darah yang berkuasa untuk mengampuni dosa.
Mat 26:28, “Sebab inilah darah-Ku, darah
perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk
pengampunan dosa�.
“Pengampunan� (bah.Yun: “apesis�, artinya:
“membebaskan dari hukuman�.) Ketika kita percaya
kepada Yesus, berarti kita diampuni, dibebaskan dari
tuntutan hukuman. Mengapa bisa? Karena darah Yesus itu
tercurah/keluar karena lewat suatu penghukuman dan
penderitaan yang luarbiasa. Dia sudah menanggung
penghukuman bagi kita.
2.Darah Yesus membenarkan kita.
Rom.5:9, “Lebih-lebih, karena kita sekarang
telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan
diselamatkan dari murka Allah�.
“Dibenarkan� (bah. Yun: “dikaiao�, artinya:
“merubah status menjadi benar�). Yang benar adalah
walaupun kenyataannya belum benar, namun statusnya
adalah orang benar. Walaupun belum sempurna, darah
Yesus berkuasa merubah status menjadi “orang
benar�.
3.Darah Yesus berkuasa untuk menguduskan kita.
Ibrani 13:12, “Itu jugalah sebabnya Yesus telah
menderita di luar pintu gerbang untuk menguduskan
umat-Nya dengan darah-Nya sendiri. Dan lihat 1
Yoh.1:7.
“Menguduskan� (bah. Yun “hagiazo�, artinya:
“dibuat jadi kudus�). Kudus itu berarti dipisahkan
bagi Allah. Itulah sebabnya kita dapat melayani Tuhan.
Lewat darah Yesus kita dikuduskan dan dilayakkan untuk
melayani: berkhotbah, WL, Singer, diaken, dll. Kita
bukan dari dunia, tetapi dari sorga. Kewarganegaraan
kita adalah sorga, dan akan kembali ke sorga.
4.Darah Yesus menebus kita.
Efesus 1:7,�Sebab di dalam Dia dan oleh
darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan
dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya�.
“Penebusan� (bah. Yun: “apoletrosis�, artinya
“tindakan menebus seluruhnya�). Bukan menebus yang
Dia suka, tetapi semua umat manusia sepanjang zaman
ini. Ketika kita berdosa, kita berada dibawah
kekuasaan dosa (=iblis). Dan, darah Yesus yang
tercurah itu berkuasa untuk menebus kita dari kuasa
dosa dan membuat kita menjadi milik Kristus. Mengapa
menebusnya pakai darah? Lihat Imamat 17:11, “Karena
nyawa makhluk ada di dalam darahnya dan Aku telah
memberikan darah itu kepadamu di atas mezbah untuk
mengadakan pendamaian bagi nyawamu, karena darah
mengadakan pendamaian dengan perantaraan nyawa�.
Yang ditebus adalah nyawa, sebab itu yang dipakai
untuk menebusnya adalah dengan nyawa. Dan, nyawa ada
di dalam darah.
5.Darah Yesus mendamaikan kita.
Rom.3:25, “Kristus Yesus telah ditentukan
Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam
darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan
keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa
yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya�.
Lihat Ibrani 10:19.
Pada awalnya kita (karena dosa) adalah seteru Allah.
Dan lewat darah Yesus kita diperdamaikan dengan Allah.
Hubungan kita menjadi dekat: Bapa dengan anak.
6.Darah Yesus berkuasa mengalahkan iblis.
Wahyu 12:10-11,�Dan aku mendengar suara yang
nyaring di sorga berkata: "Sekarang telah tiba
keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita,
dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah
dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita,
yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah
kita. Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak
Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka.Karena
mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam
maut�.
Kuasa darah Yesus membawa kemenangan bagi kita.
Perkatakan itu setiap saat. Amin.
"Kiat MEMPERBESAR KAPASITAS"
Pembicara: Pdt. Yosia Abdisaputera.
Matius 25:14-23, "Sebab hal Kerajaan Sorga sama
seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri,
yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan
hartanya kepada mereka.....�
Dari ayat bacaan diatas, kita akan mendapatkan satu
kesimpulan: bahwa setiap orang memiliki kapasitas yang
berbeda-beda. Jangan merasa Tuhan tidak adil kalau
diberikan “kapasitas� berbeda-beda. Itu adalah hak
Tuhan.
Pengertian kapasitas adalah : ukuran kemampuan untuk
menerima dan melakukan sesuatu. Kita mempunyai ukuran
yang berbeda untuk menerima dan melakukan sesuatu.
Setiap orang harus begerak di dalam kapasitasnya,
sebab jika tidak, maka akan ada satu bahaya yang
terjadi. Dan, kita tidak boleh melewatinya. Seseorang
tidak bisa menerima dan melakukan sesuatu diluar
kapasitasnya. Kalau daya tampung gedung ini 3500
orang, maka jika tiba-tiba yang datang 35.000 orang,
maka gedung ini akan rusak atau roboh.
Sebenarnya, apakah kita menginginkan menerima dan
melakukan hal yang lebih besar? Sedangkan dikatakan
bahwa kita tidak bisa melampaui kapasitas. Jika ingin
menerima dan melakukan hal yang lebih besar, maka kita
harus memperbesar kapasitas kita. Dan, kapasitas kita
dapat diperbesar! Lihat Mat.25:16,17. Jika kapasitas
kita diperbesar, maka kita akan dapat menerima dan
melakukan perkara yang lebih besar.
Caranya memperbesar kapasitas adalah:
1.Investasi.
Lihat Mat.25:16. Ia “menjalankan uang� itu
(~investasi). Investasi (dalam hal rohani) dimaksudkan
dengan “menabur� atau “memberi�. Uang yang
kita lepaskan (tabur) untuk Kerajaan Sorga, itu tidak
akan hilang, tetapi akan memperbesar kapasitas kita.
Kalau kita pegang uang kita dan kita tahan (~simpan),
maka 5 akan tetap 5. Tetapi, kalau kita berani memberi
dan menabur untuk pekerjaan Tuhan, maka 5 akan
dilipatgandakan menjadi berkali lipat ganda. Akan
terjadi lompatan, bukan hanya sekedar saja. Seperti
Ishak yang menabur di tengah situasi sulit, dia
mendapatkan berkat 100 kali ganda (Kej. 26:12)
2.Setia memikul tanggungjawab.
Lihat Mat.25:23. Jika kita setia memikul tanggungjawab
perkara kecil, maka Tuhan akan memberikan
tanggungjawab perkara yang besar. Kapasitasnya
diperbesar.
3.Berpikir besar.
Banyak orang menyangka bahwa kalau seseorang berpikir
besar, dia disangka “sombong�. Padahal bukan!
Kerendahan hati yang sejati tidak pernah disadari.
Tuhan akan melakukan perkara besar bagi orang yang
berpikiran besar.
Lihat Markus 2:22, “Anggur yang baru punya
“daya� mendesak, jadi jika dimasukkan dalam
kantong kulit yang tua, yang sudah tidak
elastis/kaku/tidak bisa membesar, maka kantong tua itu
akan pecah. Sehingga anggur itu akan tumpah. Anggur
baru adalah pengurapan, mujizat, kuasa Tuhan. Jika
kita mau memiliki daya terima yang lebih besar, maka
kita harus memiliki hati dan pikiran yang diperbesar.
Paradigma kita harus berubah, sebab itu kita harus
mulai belajar berpikir besar.
Apapun yang diperbesar: bertambah kaya dan bertambah
berkat, kalau itu untuk kemuliaanTuhan, maka itu
adalah baik.
Tips untuk berpikir besar adalah:
a. Kita harus mempercayai bahwa persedian Tuhan
tidak terbatas. Kita sering berpikir bahwa hal terbaik
sudah kita miliki saat ini. Pikiran seperti inilah
yang membuat kita berpikiran picik/sempit. Padahal
yang terbaik masih ada di depan kita; berkat Tuhan
tidak terbatas
b. Kita harus bisa mematahkan rintangan masa lalu.
Belenggu masa lalu dapat menghambat seseorang untuk
berpikir besar. Kegagalan, penyakit dan latarbelakang
keluarga harus dipatahkan untuk meraih
keberhasilan.
c. Kasih karunia Tuhan. Yaitu, sesuatu yang
membuat kita istimewa dan beda dengan yang lain. Kasih
karunia ini sebenarnya tidak layak kita terima, tetapi
Tuhan berikan kepada kita. Mungkin kita tidak terlalu
pintar, kurang pengalaman, namun kasih karunia Tuhan
membuat kita berbeda.
.
Back
to home
Ringkasan Khotbah Bulan Juni 2009
Ringkasan Khotbah Bulan April 2009
Ringkasan Khotbah Bulan Maret 2009
Ringkasan Khotbah Bulan Februari 2009
Ringkasan Khotbah Bulan Januari 2009