GBI INTERCON - JAKARTA
Plasa Intercon Blok G JAKARTA BARAT (RAYON 1-F)
"Perubahan Itu Pasti"
Pembicara: Pdm. Ari Kiswanto
Tanggal 8 Maret 2009 Ibadah Raya III
GBI Intercon, Meruya- Jakarta Barat
Perubahan itu adalah pasti.Satu-satunya yang pasti di dunia ini adalah perubahan. Suka atau tidak kita pasti akan mengalami perubahan. Di tahun 2009 ini, Tuhan katakan jangan takut. Mengapa? karena setiap kita pasti akan diubah (1 Korintus 15:51).
Di tahun 2009 ini, kita harus banyak ,elatih perkataan kita untuk mengatakan perkataan-perkataan yang membawa kehidupan.
Perubahan-perubahan apa yang membuat kita takut?
1. Ketidak pastian.
2. Taku kehilangan.
3. Ketidak pastian.
Takut, cemas, dan kuatir adalah "bunga" yang harus kita bayar sebelum masalahnya terjadi. Di dalam Hagai 2:22-23, firman Tuhan sangat nyata, karena guncangan memang sedang terjadi di dunia ini
Tuhan tidak pernah berkata:"Ayo berbuat baik maka Aku mengasihimu" tetapi Tuhan berkata:" Aku mengasihimu, maka berbuat baiklah."
Dengan adanya goncangan, maka yang dahsyat akan terjadi yaitu: berkat, urapan, damai, kemuliaan yang dahsyat. Kebenaran besar mengenai perubahan dalam Firman Tuhan adalah walaupun dunia ini berubah tetapi Tuhan kita tidak akan pernah berubah sampai selama-lamanya. Ketika goncangan terjadi dalam hidup kita, kita harus tetap berpegang teguh pada janji Firman Tuhan dan hidup kita harus taat pada firman Tuhan. Sebab ketaatan akan menuju pada ketekunan (Yakobus 1:2-4).
Misi kita dalam hidup ini adalah bukan untuk mengubah dunia ini, tetapi kita mengubah diri kita sendiri.Ibrani 12:2; Markus 11:24 berbicara tentang iman. Iman adalah percaya, itu bagian kita. Percaya adalah 50 % mulut kita dan 50% adalah hati kita , artinya berkata 50% dan percaya 50%.
Untuk mengubah diri kita, yang pertama yang harus kita lakukan adalah kita jangan "underestimated" atau merendahkan apa yang ada pada kita dan yang kedua jangan mudah putus asa karena setiap kita yang ada di dalam Kristus adalah orang yang lebih daripada pemenang.
Saudara adalah orang-orang yang special di hadapan Allah. Itulah sebabnya tidak ada yang sama.
"Meraih Janji-Janji Tuhan"
Pembicara: Pdt. Leonardo A. Sjamsuri
Tanggal 1 Maret 2009 Ibadah Raya III
Ayat Alkitab:
Mazmur 12:7-9; Yakobus 1:2; Kejadian 11:27; Kisah Rasul 27:21-25
Kalau kita lihat situasi di dunia hari-hari terakhir ini, banyak orang yang mengalami ketakutan. Namun kita sebagai anak Tuhan kita tidak perlu takut karena ada Tuhan yang menyertai kita dan selalu menolong kita. Sebab janji-Nya adalah "Ya dan Amin". Janji Tuhan adalah janji yang murni seperti perak yang teruji.
Mazmur 12:7-9 :" Janji TUHAN adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah.
Engkau, TUHAN, yang akan menepatinya, Engkau akan menjaga kami senantiasa terhadap angkatan ini. Orang-orang fasik berjalan ke mana-mana, sementara kebusukan muncul di antara anak-anak manusia". Apa yang Ia katakan tidak pernah gagal dan pasti terjadi. Setiap Firman yang keluar dari mulut-Nya tidak akan kembali dengan sia-sia (Yesaya 55:11).
Kita hidup di dunia ini bukan karena apa yang kita miliki dan apa yang kita alami, melainkan hidup karena "apa kata Firman Tuhan". Namun mengapa ada banyak anak Tuhan yang sulit mempercayai janji-janji Tuhan? karena mereka suka melihat kenyataan. Lalu bagaimana agar janji Tuhan digenapi dalam diri kita? Kita harus pegang janji Tuhan sampai itu terjadi dan kita harus siap menjalani proses yang Tuhan berikan.
Mengapa Petrus tidak takut ketika dipenjara? karena ia tahu bahwa Tuha Yesus pernah mengatakan bahwa ia akan mati tua. Kalau Tuhan berjanji dalam hidup kita, Ia tidak melihat keadaan kita yang sekarang, tetapi Ia mengetahui keadaan kita yang akan datang. Tuhan menciptakan situasi sedemikian rupa agar janji-Nya genap dalam hidup kita.
Hambatan-hambatan yang membuat kita tidak mengalami janji-janji Tuhan:
1. Karena masalah-masalah yang kita hadapi.
Seringkali kita fokus terhadap masalah yang kita alami dan masalah itu mengikat hidup kita. Masalah itu Tuhan ijinkan terjadi agar kita semakin dekatt kepada Tuhan. Lalu bagaimana respon kita ketika kita menghadapi masalah? kita harus mengucap syukur kepada Tuhan
2. Karena keragu-raguan kita.
Kita seringkali ragu terhadap janji Tuhan karena kita terlampau sering dikecewakan oleh janji-janji manusia. Manusia sering tidak menepati janjinya, tetapi Allah kita adalah Allah yang tidak pernah lalai untuk menepati janji-Nya.
Contoh adalah Sara yang ragu janji Tuhan bahwa ia akan melahirkan anak, sehingga ia menyuruh Abraham untuk menghampiri Hagar, budak wanitanya.Walaupun Hagar melahirkan Ismael, tetapi Sarapun tetap memiliki anak yaitu Ishak.
3. Karena masa lalu kita (br>
Sering kita dihantui oleh masa lalu kita, tetapi ketahuilah bahwa kita hidup bukan di masa lalu tetapi di masa sekarang dan akan menjalani masa yang akan datang. Terah memiliki 3 orang anak, yaitu Nahor, Haran dan Abram. Mereka meninggalkan Ur-Kasdim menuju tanah Kanaan. Tetapi Haran mati di perjalanan. Ketika Terah, Abram dan Nahor tiba di kota bernama Haran, Terah merasa kepahitan karena nama kota itu mirip nama anaknya yaitu Haran, sehingga ia tidak melanjutkan perjalanan ke Kanaan
Bagaimana agar kita menerima janji Tuhan? yaitu kita harus giat dalah ibadah, bersekutu dengan Tuhan.
.
Back
to home
Ringkasan Khotbah Bulan Juni 2009
Ringkasan Khotbah Bulan Mei 2009
Ringkasan Khotbah Bulan April 2009
Ringkasan Khotbah Bulan Februari 2009
Ringkasan Khotbah Bulan Januari 2009