banner
Foyer
. HOME
SETEGUK MADU
ENSIKLOPEDI KRISTEN
GAMBAR ROHANI

Kontak Pengunjung

 

SYAIR LAGU ROHANI

 


INNER LINK
WASPADAI AJARAN FILSAFAT DUNIA
BIOGRAFI WOODROW WILSON
LINK KRISTEN BAHASA ASING LAINNYA
LINK ORGANISASI KRISTEN INDONESIA
LINK ORGANISASI KRISTEN  
LINK KRISTEN INDONESIA  

 
 

 


 

 

PERSEMBAHAN PUJIAN YANG MEMUKAU DARI GROUP GBI INTERCON, KLIK "SEGITIGA PANAH" DI ATAS UNTUK MEMUTAR VIDEO.

 

Google
KUMPULAN RINGKASAN KHOTBAH
GBI INTERCON - JAKARTA
Plasa Intercon Blok G JAKARTA BARAT (RAYON 1-F)


" NO PAIN NO GAIN"

Pembicara: Pdp. Daniel AS
Tanggal 24 Oktober 2010 Ibadah Raya IV
Ayat Firman Tuhan : Mazmur 81:17


Tiak akan ada hasil tanpa usaha, tak ada kemenangan tanpa pengorbanan, tak ada tuaian tanpa taburan. Mazmur 81:17.
Dari ayat di atas, Allah menegaskan bahwa bukan hanya hal rohani saja yang Dia penuhi dalam hidup kita tapi juga perihal kebutuhan jasmani kita, makan minum kita.
"Madu dari Gunung Batu":
*Madu adalah sesuatu yang paling manis yang dihasilkan oleh alam.
*Batu karang adalah sesuatu yang paling keras yang dapat dihasilkan oleh alam.
*Jadi kesimpulannya: sesuatu yang paling manis akan keluar dari sesuatu yang paling keras.

Tuhan tidak pernah menghindarkan kita dari masalah dan pergumulan hidup. Tapi Ia menyertai kita dalam segala pergumulan yang berat sekalipun. Sadrak, Mesakh dan Abednego tidak diluputkan dari dapur api tapi mereka disertai Tuhan sehingga mereka tidak hangus oleh api tersebut.

Allah kita sanggup membuat hidup kita menjadi mudah, tapi tidak ada hasil yang baik yang dihasilkan oleh kemudahan. Hasil yang baik dan kuat datang dari pergumulan dan proses yang keras.

Bagaimana engkau tahu bahwa Tuhan itu baik, jika kita tidak mengalami pertolongan dalam kesukaran hidup? Bagaimana engkau tahu bahwa Tuhan itu manis, jika engkau tidak pernah mengalami kepahitan hidup?
Ujian dari pencobaan yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup kita adalah sesuatu yang memberikan keuntungan, yaitu pengalaman yang indah dan manis bersama Tuhan (Yakobus 1:2-3).


Khotbah Gembala Pada Ulang Tahun GBI Intercon ke 8


Pesan profetik dari Gembala Sidang pada jemaat GBI Intercon:
1.Kasih Tuhan tidak berkesudahan dan rahmatNya baru setiap hari, bulan dan tahun bagi semua jemaatNya.
2.Gereja Intercon akan dipakai Tuhan dengan dahsyat, ada sesuatu yang luar biasa di tempat ini. Pesan Tuhan hari-hari ini dalam wahyu 3:11 “Aku datang segera!”.
Dalam Yoel 2:28-32, dikatakan ada 3 tanda akan terjadi pada waktu-waktu terakhir ini:
1. Roh Kudus akan dicurahkan kepada semua orang percaya (terjadi kegerakan roh dan penuaian jiwa-jiwa)
2. Anak-anak, teruna-teruna, orang dewasa akan dipakai dengan dahsyat oleh Tuhan.
3. Mujizat-mujizat di langit dan di bumi, akan ada goncangan yang besar, kejadian terakhir ini adalah dengan adanya gunung es yang terlepas dari Greenland (seluas sekitar 260 km)
Dalam Ibrani 12:28 “Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut.” Jadi syarat orang yang hidup dalam kerajaan Allah adalah : mengucap syukur dan beribadah dengan cara yang benar dan berkenan kepada Allah.
Pesan Tuhan bagi kita: Banyaklah berbahasa roh Kenapa? Kita akan semakin mengerti tuntunan Tuhan.
Tahun 2010 ini adalah tahun Pemulihan dan Kelimpahan.
Kisah 1:8, kita menerima kuasa untuk menjadi saksi Kristus. Tuhan memerintahkan supaya kita menjadi saksi di manapun kita berada. Penghukuman datang dari Tuhan kepada siapa yang tidak percaya dan mengabaikan perintah Tuhan untuk bersaksi (seperti nabi Yunus yang lari dari perintah Tuhan, akibatnya ditelan ikan besar).
Untuk mengabarkan Kabar Keselamatan kita butuh kuasa dan urapan kasih setia serta belas kasiha.

Saat ini kita berada di tahun Ay’in Aleph (5771). Tahun Ay’yin (5770) berarti : mata Tuhan tertuju kepada kita, demikian juga mata kita harus tertuju kepada Tuhan. Tahun Ay’in-Alep (5771) mengandung arti: Yang terutama, yang diprioritaskan dalam hidup kita. Yesus Kristus harus menjadi prioritas dan terutama dalam kehidupan kita, sehingga kita dimuliakan di hadapan Tuhan dan sesama.

Roma 11:36 “Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia, bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya.”

Contoh dalam 1 Tawarikh 4:9-10 Yabes memuliakan Tuhan, oleh sebab itu Tuhan memuliakan dia dengan menjawab doa dan permohonannya. (10) Yabes berseru kepada Allah Israel, katanya:”Kiranya engkau memberkati aku berlimpah-limpah dan memperluas daerahku, dan kiranya tangan-Mu menyertai aku, dan melindungi aku dari pada malapetaka, sehingga kesakitan tidak menimpa aku!” Dan Allah mengabulkan permintaannya itu.
Bagaimana kita dapat memuliakan Tuhan? Yaitu dengan berbuah banyak. Dan untuk berbuah banyak kita harus:
1. Tinggal di dalam Tuhan (melekat atau intim dengan Tuhan).
2. Firmannya tinggal dalam kita ( Kita harus menjadi pelaku Firman Tuhan.”

Pesan khusus Tuhan bagi gereja ini : Engkau cukup rendah hati. Jemaat dan Gembala cukup rendah hati karena setiap pagi mencari wajah Tuhan dalam Doa Fajar. Pertahankan itu sampai Tuhan datang, ingat Tuhan menentang orang yang congkak tapi mengasihi orang yang rendah hati.
Dalam abjad Ibrani, konsonan Aleph tidak memiliki suara. Hal ini berarti kerendahan hati, tidak berbantah dan setia kepada Tuhan.


" “PENYEMBAHAN YANG BERKENAN” (Imamat 1:1-9) "

Pembicara: Pdp. Janto Simkoputera Md
Tanggal 05 September 2010 Ibadah Raya IV
Ayat Firman Tuhan : Imamat 1:1-9


Pdp.Dr.Janto Simkoputera, MD PhD Kitab Imamat adalah kitab ke 3 dari lima kitab Musa atau Pentateuck (Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, dan Ulangan). Kitab Imamat menjelaskan berbagai aturan ibadah dan jenis persembahan di Kemah Pertemuan. Ada dua hal yang sangat penting ditekankan dalam Kitab Imamat yaitu:
A. Cara menghampiri Allah: yaitu dengan PENDAMAIAN (umat harus didamaikan dengan TUHAN melalui korban.
B. Cara hidup yang berkenan di hadapan Allah: yaitu dengan KEKUDUSAN..

Cara menghampiri Allah = PENDAMAIAN
1. Korban Bakaran.: Untuk menyenangkan Tuhan dan menunjukkan kesetiaan, ketaatan serta pengabdian kepada Tuhan. Cara pengorbanan: hewan disembelih, darah hewan disiramkan di sekeliling mezbah, daging hewan dipotong-potong, dibakar sampai habis di atas mezbah beserta isi perut yang telah dibasuh bersih. Yang dikorbankan : lembu, domba, kambing (jantan yang tak bercela), burung merpati, tekukur.

2. Korban Sajian. Sebagai ucapan syukur atas penghasilan yang kita dapat dari Tuhan. Yang dikorbankan: Tepung terbaik, roti tak beragi, bulir gandum. Cara pengorbanan: harus dibubuhi dengan garam, beserta dengan minyak zaitun dan kemenyan dibakar di atas mezbah.

3. Korban Keselamatan. Untuk Persekutuan antara Allah dengan umat dan memohon berkat Tuhan. Yang dikorbankan : lembu dan domba jantan atau betina bersama lemak dan isi perutnya.

4. Korban Penghapus Dosa.: Untuk menghapus dosa kita dengan memohon Pengampunan dari Allah. Yang dikorbankan : lembu jantan muda (imam dan umat), kambing jantan (pemuka), kambing betina (rakyat jelata), domba betina – semuanya tak bercela. Darah dipercikkan 7 kali di depan tabir dan dibubuhkan pada tanduk-tanduk mezbah.

5. Korban Penebus Salah: Untuk pendamaian atas Pelanggaran Firman Tuhan yang tidak sengaja dilakukan. Yang dikorbankan : seekor domba jantan yang tak bercela.

Imamat 1: 1-9. (1)TUHAN memanggil Musa dan berfirman kepadanya dari dalam Kemah Pertemuan ( (2)”Berbicaralah kepada orang Israel dan katakana kepada mereka: Apabila seseorang hendak mempersembahkan persembahan kepada TUHAN, haruslah persembahanmu yang kamu persembahkan itu dari ternak, yakni dari lembu sapi atau dari kambing domba. (3) Jikalau persembahannya merupakan korban bakaran dari lembu, haruslah ia mempersembahkan seekor jantan yang tidak bercela. Ia harus membawanya ke pintu Kemah Pertemuan, supaya TUHAN berkenan akan dia. ( (4) Lalu Ia harus meletakkan tangannya ke atas kepala korban bakaran itu Ulangan 16:16-17. Kehidupan yang kudus dan tak bercela adalah persembahan yang berkenan kepada Allah, yaitu ucapan syukur dan buah bibir yang memuliakan Tuhan. Memberikan korban persembahan materi yang tulus dan terbaik adalah bukti cinta kasih kepada Tuhan Yesus Kristus yang telah berkorban bagi keselamatan hidup kita.

Ringkasan Khotbah November dan December 2010 Ringkasan Khotbah Tahun 2010
Ringkasan Khotbah Agustus - Desember 2009
Ringkasan Khotbah Juli 2009
Ringkasan Khotbah Juni 2009

GBI Pasar Minggu

GBI INTERCON JAKARTA

 

editor : Eddy Sriyanto
COPYRIGHT 2005 - 2011 LIVINGBLESSING

 Hidup yang memberkati, Berkat yang menghidupkan , Berkat dan Hidup.Situs berkat bagi Indonesia. Sukacita adalah ciri orang Kristen, menjadi saluran berkat sesama.