Google

DATANGLAH, RAJA DAMAI
Renungan: Past.John Paul Jackson
dikutip oleh Eddy Sriyanto


Orang yang mengenal nama-Mu percaya kepada-Mu, sebab tidak Kau tinggalkan orang yang mencari Engkau,ya Tuhan (Mazmur 9:11)

Percaya adalah suatu tindakan menyembah, satu hal yang membuat kita sulit untuk percaya sepenuhnya pada Tuhan adalah bahwa kita harus meraih suatu kebenaran yang dicapai dengan bersabar dalam pencobaan.
Berulangkali, Alkitab menejkankan percaya kepada Tuhan dalam segala hal, terlebih pada waktu kehidupan kita diluar yang diharapkan. Kesimpulannya adalah bahwa ketika kita percaya kepada-Nya, masalah-masalah kita akan terselesaikan. Kita akan kembali memiliki beberapa hal yang sama dan kita akan merasakan Damai Sejahteranya Tuhan.
Dengan kata lain, hidup akan menjadi lebih baik. Sesungguhnya itu bukan berarti segala sesuatu yang kita perjuangkan akan seketika menjadi baik dan kita tidak akan mengalami masalah lagi.Itu tidak benar, karena kita akan terus mendapat masalah, dan selama kita hidup masih akan mengalami masalah.
Tetapi, jika prioritas dan pilihan kita tepat, kita akan memandang masalah itu dengan sudut mada-Nya Tuhan. Apakah dengan demikian kita akan melihat semuanya? juga tidak. Tetapi bila kita tepat menentukan prioritas, Tuhan adalah uhan dalam kehidupan kita dan kita tahu Tuhan beserta kita, kita akan melihat Dia. Kita akan tahu bahwa Ia, baik secara sebagian, sepenuhnya atau mutlak mengendalikan dan mengatur segala sesuatu.Kita tidak akan takut tentang sesuatu apapun juga. Di sebuah gereja dimana saya pertama kali menggembalakan, saya belajar tentang satu pelajaran penting, yaitu bagaimana membiarkan Allah memegang kendali atas permasalahan saya. Saya mempunyai beberapa penatua yang merasa tersinggung terhadap saya, dan pada suatu malam saya berpikir bahwa apa yang mereka katakan adalah benar. Tetapi malam itu, Tuhan datang kepada saya dalam suatu mimpi dan berkata kepada saya : " Apakah Aku (Tuhan) mengetahui segala sesuatu tentang masa depan?"

" Ya, Tuhan, Engkau tahu," jawab saya.

"Apakah Aku tahu apa yang sudah engkau lakukan?"

"Ya, Tuhan. Engkau tahu."

"Dan Aku menghetahuinya, dan Aku tetap memanggil engkau menjadi gembala di gereja ini?"

"Ya ... apakah Engkau sungguh-sungguh menginginkan saya untuk menjadi gembala?" Tetapi saya tahu Ia melakukannya.Saya tahu bahwa saya mengetahuinya.

"Ya," Akhirnya saya berkata, "Tuhan, Engkau yang melakukannya."

Apa yang Tuhan katakan berikutnya tak akan pernah saya lupakan. "Oleh karena itu, jika Aku tahu apa yang akan engkau lakukan, dan Aku masih memilih engkau, maka mereka tidak datang menyerang engkau, tetapi mereka sudah datang menyerang Aku , dan Aku akan berhadapan dengan mereka."

Jadi saya mundur, dan Tuhan yang menanganinya.

Lalu apa artinya semua ini? Ini berarti bahwa apa yang kita sedang jalani saat ini dipimpin langsung oleh Tuhan sendiri. Apakah Ia mengetahui masa depan kita? Ya.

Apakah Tuhan tahu kita akan melakukan apa yang sudah kita lakukan sehingga kita sekarang berada dalam masalah kita? Ya.

Dan walaupun Tuhan mempunyai banyak kesempatan untuk mengeluarkan kita dan menghapuskan kesalahan kita - apakah Ia masih memilih kita untuk ada dimana kita berada dan melakukan apa yang Ia panggil untuk kita? Ya. Kita tidak punya alasan apapun untuk takut. Tuhan dengan sempurna mampu mengangkat kita- sekalipun kita berada dalam keadaan yang kacau karena kesalahan kita.

Tuhan menjaga kita, nama kita ada di dalam daftar-Nya, tangan kita ada di dalam genggaman tangan-Nya. Ia tidak akan membiarkan musuh menyakiti kita.Tujuan hidup kita adalah jauh lebih berharga. .

Back to home