|
SETEGUK MADU
Kisah kehidupan :
dikumpulkan dari berbagai
sumber
dirangkum oleh Eddy Sriyanto
Isi
Senar Putus Paganini
Keluarga Pendukung Patrick Huges
Kerendahan Hati George Washington
Keluarga Pendukung Billy Graham
Biola Dambaan Fritz
|
”
"Pakar biola (Violis) terkenal sepanjang masa bernama Picollo Paganini.
." Sang Maestro biola ini sedang mengadakan suatu konser musik yang sangat istimewa. Menjadi sangat istimewa, karena tamu para undangan adalah kaum bangsawan, negarawan dari berbagai negara Eropa."
Paganini telah mempersiapkan segala sesuatu untuk konser itu dengan sangat baiknya, namun kejadian di malam pementasan itu sungguh tidak terduga siapapun juga.
Ditengah ia sedang memainkan biola, tiba-tiba salah satu tali senarnya putus. Beberapa penonton sempat mengetahui kejadian tersebut dan langsung berpikir bahwa Paganini akan terganggu atau bahkan berhenti sejenak untuk mengganti dawai biola yang putus tersebut. Namun Paganini tetap menguasai baik dirinya, biola maupun audience, ia tetap memainkan biola walau dengan 3 dawai tersisa.
Namun gangguan tidak berhentio sampai situ, beberapa menit kemudian, satu senar putus kembali. Semakin banyak y7ang tahu "trouble"yang dihadapi Paganini, namun, lagi-lagi Paganini tetap melanjutkan permainannya seolah tanpa ada gangguan.Dengan 2 senar, ia bermain seolah dengan empat senar, dan beberpa a penonton mulai bertepuk tangan memuji kepiawaian Paganini.
Terakhir, kembali satu dawai putus, sehingga dawai yang tersisa hanya satu. Dengan ketenangan yang sangat mengagumkan, ia menguasai permasalahan itu dan alunan musik biolanya kembali seakan dengan senar yang utuh.
Dia akhir pertunjukan, tepuk tangan diiringi standing ovation bergemuruh yang panjang menyambut pementasan yang sangat menakjubkan tersebut.
|
|
|
|
SUPPORTED FAMILY
|
|
"
Patrick Hughes dilahirkan dalam kondisi buta dan lumpuh, tetapi keadaan ini tidak membuatnya putus asa. Prestasinya sungguh menakjubkan, menjadi anggoota band sekolah, pianis yang mengadakan konser di Kennedy Center dan juga melakukan rekaman solo.
Tak hanya itu, ia juga seorang mahasiswa dengan predikat "straight A" dan menerima Disney's Wide world of Sport Spirit Award 2006.
Kesemuanya itu diperoleh Patrick, tak hanya karena keuletannya. Keluarganya adalah pendukung yang terbesar, terutama ibu dan kedua adik Patrick."
Ayahnya bekerja di perusahaan ekspedisi, yang berinisiatif mengambil kerja shift malam agar ia dapat membantu Patrick belajar di sekolah pada siang hari. Ketika Patrick menjadi anggota marching band peniup terompet dengan menggunakan kursi roda di kampusnya, ayahnya turut serta mendorong kursi roda, dan melakukan manuver untuk membentuk konfigurasi barisan.
KERENDAHAN HATI GEORGE WASHINGTON
Suatu hari, George Washington yang menjabat sebagai Presiden Pertama Amerika Serikat berjalan bersama dengan Jenderal Lafayette sambil bercakap-cakap. Ketika itu mereka berpapasan dengan seorang pesuruh yang sudah sangat tua. Pesuruh itu memberi hormat dengan mengangkat ujung topinya, sambil berkata "Selamat pagi, Jenderal,". Segera George Washington membalas salam itu dengan melepas topi, dan sambil membungkuk ia menjawab,"Selamat pagi juga, semoga hari ini menyenangkan Anda,". Jenderal Lafayette melihat tanggapan George Washington yang demikian sopan, ia bertanya:"Jenderal, mengapa Anda harus membungkuk untuk menghormati seorang pesuruh rendahan?" . George Washington dengan bijak menjawab sambil tersenyum,"Saya tidak mau kalau dia menjadi orang yang lebih ramah dari pada saya sendiri.".
KELUARGA BILLY GRAHAM
Keberhasilan hamba Tuhan dari Amerika, Billy Graham tidak terlepas dariu unsur peranan Ruth Bell Graham, istri yang mendampingi dan mensupportnya, seperti yang pernah diakuinya:"Ruth adalah partner hidup saya, dan Tuhan berkata bahwa kami berdua adalah tim yang kuat. Pelayanan saya yang dirintis berrpuluh tahun tak akan seperti ini bila tanpa pengaruh, dukungan dan dorongan yang telah ia berikan,".
Sedangkan puteranya, Franklin Graham mengatakan:" Papa tidak akan menjadi seperti sekarang ini jika bukan karena pengaruh mama, yang setia menolong papa untuk menyiapkan firman yang akan disampaikan.
Tentang Billy Graham: Selengkapnya
.
BIOLA DAMBAAN FRITZ KREISLER - LET THE WORLD HEAR
Fritz Kreisler (1875-1962) adalah pemain biola yang sangat handal. Ia telah sukses dan mendapatkan penghasilan yang sangat banyak dari hasil keahliannya itu, baik dari konser ataupun dari aransemen musik. Namun demikian, ia adalah seorang yang sangat dermawan dan menyumbangkan banyak donasi pada berbagai badan amal. Suatu ketika ia berkunjung ke suatu kota yang jauh, ia melihat sebuah biola yang tidak saja indah, namun sangat bagus mutu suaranya, hasrat hatinya ingin membeli, namun saat itu uangnya tidak cukup untuk membelinya.
Fritz lalu mengumpulkan uang untuk membeli biola dambaannya itu, sesudah terkumpul cukup uang, ia segera kembali kepada penjual biola tersebut. Sayang, ternyata biola itu telah dibeli seorang kolektor. Segera ia mencari tahu alamat sang kolektor dan mendatanginya dan mengatakan pada sang kolektor bahwa ia ingin membeli biola itu
Kolektor itu menampik keinginan Kreisler membeli biola itu, ia mengatakan bahwa biola itu sangat berharga baginya dan ia tidak mau menjualnya kembali. Dengan sangat kecewa, Kreisler hendak pergi. Namun tiba-tiba ia mendapatkan suatu ide, ia bertanya :"Bolehkah saya memaninkan biola itu sebelum Anda menyimpannya?" tanyannya. Sang kolektor setuju, lalu mengalunlah musik yang sangat indah di ruangan itu, sedemikian indah sehingga sang kolektor sangat tersentuh hatinya. Kolektor itu berkata: "Saya tidak berhak menyimpan biola itu hanya bagi diri saya." lanjutnya:"Biola ini adalah milik Anda, Pak Kreisler, Bawalah, karena ini harus didengarkan banyak orang."
SELANJUTNYA (Part Two): Seteguk Madu Bagian 2
.
|