Maaf, Anda mengaktifkan Adblock pada browser anda!
Atau anda tidak mengaktifkan Javascript![ ? ]
Bijaksanan merencanakan masadepan

Bijaksanan merencanakan masadepan

Sayangilah keluarga Anda dengan memilih asuransi jiwa yang benar-benar menjamin kesehatan dan masa depan Anda dan keluarga. Banyak asuransi yang mengiming-imingi keuntungan, namun pengelolaannya tidak jelas dan ujung-ujungnya nasabah yang dirugikan. More »

Preparing His path

Preparing His path

Time is nearest. More »

Beritakanlah Firman

Beritakanlah Firman

Beritakanlah Firman, baik atau tidak baik waktunya More »

This is default featured slide 5 title

This is default featured slide 5 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

 

Category Archives: Education

Apakah Injil Yudas itu?

SEDIKIT MENGUPAS INJIL YUDAS
Sumber: Pat Zukeran, Manna Sorgawi, 2006
dan berbagai sumber lainnya


Sesudah marak pemberitaan tentang Injil Barnabas, Injil Petrus, Da Vinci Code, umat Kristen sedunia kini coba digoyang dengan wacana ditemukannya injil Yudas, yang katanya menyamai hebohnya penemuan skrip-skrip Gnostik di Nag Hamadi pada tahun 1945.”
Injil Yudas ditemukan pada tahun 1978 oleh seorang petani di sebuah gua berdekatan El Minya ,yaitu Jebel Qarara -di Mesir tengah. Tepatnya 60 km sebelah utara Al Minya dan 300 km sebelah utara Nag Hamadi. Para arkeolog dan sejarawan memprediksi penulisan teks qibli (Coptic text) ini di antara 300 T.M. dan 400 T.M. Kebanyakkan cendikiawan percaya teks asal ini ditulis dalam bahasa Yunani dan manuskrip asalnya ditulis di pertengahan abad kedua.

Kumpulan skrip yang disebut Kodeks Tehacos itu berisi Surat Petrus kepada Filipus, Wahyu Pertama Yakobus, Injil Yudas, Kitab Allogenes.

Oleh penemunya, skrip ini dijual kepada kolektor benda antik bernama Hanna, namun sebelum Hanna sempat merawatnya, apartemen Hanna tempat menyimpan naskah kuno ini dibobol pencuri. Diantara barang berharga yang dicuri terdapat juga naskah-naskah Kodeks Tehacos ini.

Beberapa tahun kemudian, naskah ini dapat ditebus kembali oleh Hanna , yaitu pada tahun 1982.Sesudah beberapa kali berpindah tangan dari kolektor satu ke kolektor lain, kodeks ini direservasi dan diterjemahkan oleh Maecenas Foundation pada tanggal 19 Pebruari 2001. Naskah terjemahan diserahkan ke Museum Koptik di Kairo, Mesir. Pada tanggal 1 Juli 2004 dalam Kongres ke 8 dari International Association for Coptic Studies di Paris, kodeks ini mulai dipublikasikan. Tahun 2005 naskah ini mulai diterjemahkan ke berbagai bahasa. Di Indonesia, terjemahan naskah ini diterbitkan oleh P.T.Gramedia Pustaka Utama pada bulan Juni 2006.

Meski tidak diketahui penulisnya, tapi menilik jaman kepenulisannya maupun isinya jelas bukanlah Yudas Iskariot atau pengikut Yesus lainnya yang mengarangnya. Skrip ini merupakan bahan ajaran Gnostik yang mula berkembang pada zaman itu. Irenaeus adalah yang merintis ajaran Gnostik pada 180 SM.
Injil Yudas ini adalah sama dengan bahan-bahan risalah Gnostik yang dijumpai di sepanjang Nil termasuklah set Nag Hammadi yang berisi 45 teks Gnostik yaitu Injil Maria, Injil Petrus dan teks-teks lain.

Sedikit Tentang ajaran Gnostik
Ajaran Gnostik berkembang mulai abad kedua sampai abad keempat. Kata Gnostik berasal dari bahasa Yunani yaitu gnosis ialah pengetahuan (knowledge)/ilmu yang merujuk kepada mistik atau ilmu rahasia dari Tuhan dan penyatuan diri sendiri dengan Tuhan. Berikut adalah ringkasan falsafah Gnostik.

  • Pertama, Gnostik mengajar ilmu rahasia dualisme iaitu kebendaan duniawi/propan adalah jahat dan alam rohani adalah sakral/suci.
  • Kedua, Tuhan tidak mendekati manusia tetapi manusialah mendekati Tuhan, yang pada dasarnya bersifat ketuhanan. Tuhan adalah roh dan cahaya dalam setiap individu. Bila seseorang itu mengenali dirinya, dia akan memahami kesemuanya.
  • Ketiga, masalah asas dalam ajaran Gnostik bukanlah dosa tetapi kejahatan. Cara untuk menyatukan dirinya dengan Tuhan ialah mencapai ilmu mistik. Keempat, keselamatan dicapai dengan memperoleh ilmu atau gnosis diri dan alam semulajadi yang sebenarnya. Kelima, dasar prinsip ajaran Gnostik ialah penyatuan dengan Tuhan. Ini dicapai dengan membebaskan diri dari tubuh yang tidak suci ini supaya perjalanan jiwa individu melalui angkasa mengelakkan diri dari setan-setan dan menyatukan dirinya dengan TuhanGnostik mengajar Yesus tidak berbeda dari para pengikutNya. Mereka yang memperoleh persepsi Gnostik akan menjadi Kristus seperti Yesus. Profesor agama dari Universiti Princeton, Dr. Elaine Pagels menulis, ‘Siapapun yang mencapai gnosis bukan lagi seorang Kristen tetapi Kristus”. Dengan ini, Yesus bukanlah Anak Tuhan yang Kudus yang mati untuk dosa dunia tetapi seorang guru yang menngajarkan ilmu kebajikan kepada pengikutnya yang layak menerimanya.Falsafah Gnostik adalah berbeda dari ajaran-ajaran Perjanjian Lama dan Baru. AlKitab menentang ajaran Gnostik berkenaan dengan doktrin asas sifat-sifat Tuhan, Yesus, kebendaan duniawi, dosa, keselamatan dan kehidupan akhirat. Para Yahudi dan Kristian menentang ajaran Gnostik sebagai ajaran sesat begitu juga Gnostik yang menentang ajaran Kristian. Injil Yudas mengajar falsafah Gnostik. Seperti risalah Gnostik yang lain, persamaan Injil Yudas dengan Perjanjian Baru hanyalah sedikit sahaja. Injil Yudas ini bercanggah dengan Perjanjian Baru dalam 2 perkara besar:

    Kandungan dalam Injil Yudas
    Falsafah Gnostik bertolak belakang dengan Alkitabiah Kristen dan Injil Yudas menggambarkan Gnostik dan bukanlah teologi AlKitabiah. Contohnya, falsafah Gnostik yang menggambarkan misi Yesus digambarkan dalam Injil Yudas ini.

    Dr. Marvin Meyer, seorang professor AlKitab dari Kolej Chapman, merumuskan misi utama Yesus berdasarkan injil ini.

    “Kematian Yesus dalam Injil Yudas ini bukanlah suatu tragedi mahupun jahat untuk pengampunan dosa-dosa.. Kematian adalah jalan keluar dari kewujudan fizikal absurd yang bukanlah suatu perkara yang ditakuti. Jauh dari kesedihan, tujuan kematiaan Yesus membebaskanNya dari tubuhnya supaya Dia dapat pulang ke rumahNya di syurga dan dengan mengkhianati Yesus, Yudas membantu kawannya untuk melucutkan diri dari tubuhnya dan membebaskan diri dalamnya

    Misi Yesus dalam Perjanjian Baru jelas ternyata. Dia datang untuk mati bagi penebusan dosa-dosa dunia dan menguasai kubur melalui kebangkitan tubuhNya. Bertentangan dengan Injil Yudas yang mengajar Yesus yang ingin mati untuk membebaskan diriNya dari pemenjaraan tubuhNya.

    Selain itu, ajaran asas Gnostik ialah masalah manusia bukanlah dosa tetapi kejahatan. Yesus bukanlah Penyelamat tetapi hanyalah seorang guru yang mengajarkan ilmu kebajikan kepada orang yang layak menerimanya. Yudaslah yang dianggap yang layak menerima ilmu ini. Dr Meyer menulis,

    “Bagi Gnostik, masalah asas bagi manusia bukanlah dosa tetapi kejahatan dan jalan yang terbaik untuk mengatasi masalah ini bukanlah melalui iman tetapi melalui ilmu. Dalam Injil Yudas, Yesus menyampaikan kepada Yudas dan pembaca-pembaca injil ini – ilmu yang dapat menghapuskan kejahatan dan membawa kesadaran pada diri sendiri dan Tuhan”

    Ajaran Gnostik juga berpandangan dunia fisik ini jahat. Tuhan tidak mencipta dunia fisik ini. Tetapi Dia mencipta malaikat-malaikat yang kelak akan mencipta, menjaga ketenteraman dan menguasai dunia jasmani ini. Oleh sebab kebendaan itu tidak suci, maka Tuhan tidak memasukki secara langsung ke dalam ciptaan jasmani ini. Dalam Injil Yudas, Yesus bertanya kepada pengikutnya, “Bagaimanakah kamu mengenali Aku” Mereka tidak menjawabnya betul. Sebaliknya Yudas menjawab, “Saya tahu siapakah kamu dan dari mana kamu datang. Engkau datang dari alam kekal Barbelo”

    Barbelo dalam ajaran Gnostik ialah emanasi Tuhan pertama, yang biasanya disebut sebagai ibu dan ayah. Oleh sebab Tuhan tidak memasukki dunia yang tidak suci ini, alam perantara Barbelo dimana dunia jasmani ini dicipta tanpa mencemarkan Tuhan.

    Jelasnya, Barbelo adalah istilah Gnostik dan asing dari ajaran Kristian. Yesus menyatakan dalam Yohanes 3:13 bahawa Dia datang dari syurga. Ayat Yunaninya ialah houranos. Penulis Perjanjian Baru melihat Yesus duduk si sebelah kanan BapaNya. Yesus tinggal di syurga yang kekal bersama dengan BapaNya.

    Sebab-sebab Injil Yudas bukan sebahagian dari Perjanjian Baru

    Ada beberapa sebab kita tidak menganggap Injil Yudas sebagai alkitabiah yang diilhamkan. Pertama, ia ditulis terlalu lewat tanpa hubungan dengan para rasul. Para Rasul Kristus diberikan ilham dan kuasa untuk menulis kitab suci. Syarat-syarat kemasukkan ke dalam kanon* Perjanjian Baru ialah ia perlu ditulis oleh rasul Kristus atau orang yang terdekatnya. Memandangkan hubungan dengan rasul diperlukan, ia seharusnya ditulis pada abad pertama. Terdapat banyak bukti keempat-empat Injil dalam Perjanjian Baru ditulis pada abad pertama. Injil Yudas ditulis pada pertengahan abad kedua maka ia terlalu lewat untuk dimasukkan ke dalam kanon.

    Kedua, alkitabiah yang diilhamkan itu mestilah konsisten dengan wahyu Tuhan yang terdahulu. Tuhan adalah Tuhan yang benar dan bukan sebaliknya. Maka firmanNya tidak bercanggah dengan kebenaran. Falsafah Gnostik dalam Yudas ini tidak konsisten dengan ajaran Perjanjian Lama dan Baru.

    Perjanjian Lama mengajar Tuhan mencipta dunia fizikal dan Adam serta Hawa (Kejadian 1-3). Dalam Kejadian yang mengisahkan semua ciptaan Tuhan adalah baik. Ini bercanggah dengan ajaran Gnostik, Tuhan menciptakan dunia fizikal ini dan mengisytiharkannya baik.

    Ada beberapa sebab kita tidak menganggap Injil Yudas sebagai alkitabiah yang diilhamkan. Pertama, ia ditulis terlalu lewat tanpa hubungan dengan para rasul. Para Rasul Kristus diberikan ilham dan kuasa untuk menulis kitab suci. Syarat-syarat kemasukkan ke dalam kanon Perjanjian Baru ialah ia perlu ditulis oleh rasul Kristus atau orang yang terdekatnya. Memandangkan hubungan dengan rasul diperlukan, ia seharusnya ditulis pada abad pertama. Terdapat banyak bukti keempat-empat Injil dalam Perjanjian Baru ditulis pada abad pertama. Injil Yudas ditulis pada pertengahan abad kedua maka ia terlalu lewat untuk dimasukkan ke dalam kanon.

    Kedua, alkitabiah yang diilhamkan itu mestilah konsisten dengan wahyu Tuhan yang terdahulu. Tuhan adalah Tuhan yang benar dan bukan sebaliknya. Maka firmanNya tidak bercanggah dengan kebenaran. Falsafah Gnostik dalam Yudas ini tidak konsisten dengan ajaran Perjanjian Lama dan Baru.

    Perjanjian Lama mengajar Tuhan mencipta dunia fizikal dan Adam serta Hawa (Kejadian 1-3). Dalam Kejadian yang mengisahkan semua ciptaan Tuhan adalah baik. Ini bercanggah dengan ajaran Gnostik, Tuhan menciptakan dunia fizikal ini dan mengisytiharkannya baik.

    Ajaran Gnostik juga mengajarkan Tuhan tidak mencipta dunia fizikal ini sebab bahan-bahan dunia ini tidak suci, maka Tuhan menciptakan aeon-aeon dan malaikat-malaikat. Makhluk-makhluk inilah yang menciptakan alam fizikal. Dalam Injil Yudas, Yesus mendedahkah kejadian dunia ini, kemanusiaan dan para aeon dan para malaikat. Para malaikat ini yang membawa ketenteraman pada kucar-kacir. Salah satu malaikat-malaikat, namanya Saklas yang menciptakan Adam dan Hawa. Injil ini memberitahu:

    “Biarlah 12 malaikat-malaikat dijadikan untuk menguasai huru hara dan alam ghaib. Dan lihatlah dari awan datangnya malaikat yang mukanya berpancar cahaya dengan api serta penampilannya dicemari dengan darah. Namanya ialah Nebro yang bermaksud pemberontak. Saklas, malaikat yang lain itu juga datang dari awan. Nebro mencipta enam malaikat-malaikat lain begitu juga dengan Saklas untuk menjadi pembantu masing-masing. Maka terjadi 12 belas malaikat-malaikat ini dan masing-masing mempunyai bahagiannya dalam syurga.

    Ia juga mengatakan,

    “Saklas memberitahu malaikat-malaikatnya, “Marilah kita mencipta manusia yang menyerupai kami dan imej kami. Mereka mencipta Adam dan isterinya Hawa dalam awan yang dipanggil Zoe”

    Ini amat bercanggah dengan ajaran dalam Perjanjian Lama dimana Tuhanlah yang menciptakan dunia ini. Tuhanlah juga yang mencipta Adam dari tanah dan isterinya Hawa dari Adam.

    Injil Yudas juga bercanggah dengan ajaran Perjanjian Baru juga. Ia mengajar tubuh itu jahat dan Yesus ingin membebaskan diriNya dari tubuh fizikalNya. Yesus mengarahkan Yudas, “Tetapi engkau (Yudas) akan melebihi dari mereka. Engkau akan mengorbankan orang yang berpakaiankanku” Melalui kematian Yesus dengan bantuan Yudas akan membebaskan rohNya untuk bersatu dengan Tuhan.

    Perjanjian Baru mengajarkan bahawa Yesus tidak pernah ingin membebaskan diriNya dari tubuhNya. Faktanya, Yesus mengajar bahawa kebangkitanNya adalah kebangkitn fizikal (Yohanes 2:19-22). Dalam Lukas 24:39, Yesus menjelaskan kepada para pengikutNya bahawa Dia mempunyai tubuh fizikalNya. “Lihatlah tangan-Ku dan lihatlah kaki-Ku. Aku sendirilah ini! Sentuhlah Aku dan lihatlah, sebab hantu tidak berdaging dan tidak bertulang, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku.” Dalam Yohanes 20 dan 21, Yesus juga mendedahkan tubuhNya yang disalibkan itu dibangkitkan. Dia juga menjemput Thomas dalam bab 20 untuk menyentuh bilur-Nya. Jika Yesus bangkit sebagai roh, Dia bersalah karena menipu para pengikutNya.

    Paulus mengajar dalam 1 Korintus 15 berkenaan dengan kebangkitan tubuh. Dia menerangkan bahawa Yesus bangkit dari maut dan sebanyak 500 orang saksi yang bersaksi akan fakta ini. Dia juga menerangkan kebangkitan tubuh itu ialah tubuh fisik tetapi berlainan dengan tubuh kita di dunia ini. Semasa kebangkitan, tubuh umat Kristian akan dimuliakan. Ini jelas menolak ajaran Gnostik yang ingin membebaskan diri dari tubuh yang tidak suci. Paulus tidak mengajar umat Kristian untuk membebaskan diri dari tubuh mereka malah menantikan kebangkitan tubuh (1 Tesalonika 4:13-18).
    Kesimpulan
    Sungguhpun dengan adanya gembar-gempur dari pihak media, Injil Yudas ini sama sekali tidak membuktikan kebenarannya. “Injil” ini sangatlah lemah baik dalam penulisan maupun muatannya. Skrip ditulis sesudah abad kedua dan ia tidak ditulis oleh Rasul Yesus atau orang terdekat dengan rasul. Ajaran-ajarannya juga bertolak belakang Perjanjian Lama dan Baru. Informasi yang sedikit dibentangkan itu tidak layak dijadikan bahan bersejarah. Injil Yudas memberikan kita gambaran yang lebih kepada permulaan Gnostik. Ia tidak membentangkan fakta sejarah Yesus yang boleh meneguhkan Perjanjian Baru jua.

     

.