Maaf, Anda mengaktifkan Adblock pada browser anda!
Atau anda tidak mengaktifkan Javascript![ ? ]
Bijaksanan merencanakan masadepan

Bijaksanan merencanakan masadepan

Sayangilah keluarga Anda dengan memilih asuransi jiwa yang benar-benar menjamin kesehatan dan masa depan Anda dan keluarga. Banyak asuransi yang mengiming-imingi keuntungan, namun pengelolaannya tidak jelas dan ujung-ujungnya nasabah yang dirugikan. More »

Preparing His path

Preparing His path

Time is nearest. More »

Beritakanlah Firman

Beritakanlah Firman

Beritakanlah Firman, baik atau tidak baik waktunya More »

This is default featured slide 5 title

This is default featured slide 5 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

 

2macam pengenalan terhadap Tuhan Yesus

Dua Macam Pengenalan Terhadap Tuhan Yesus

Ayat Alkitab:

Yohanes 20:11-18;  Lukas 24:13-16, 25-32; Yohanes 21:1-14

Sejak Tuhan Yesus bangkit dari kematian hingga hari ini, pengenalan orang terhadap-Nya dapat digolongkan menjadi dua macam, yakni:

  1. Pengenalan dalam tubuh daging / Pengetahuan yang berasal dari Alkitab
  2. Pengenalan dalam Roh Kudus / Pengetahuan yang diberi oleh Tuhan demi membuka matanya

Beberapa contoh yang konkret dari Alkitab :

  1. Pengenalan Maria Terhadap Tuhan                                             : Yohanes 20:11-18
  2. Pengenalan Dua Murid yang Menuju Emaus Terhadap Tuhan  : Lukas 24 : 13-35
  3. Pengenalan Tujuh Murid Terhadap Tuhan                                  : Yohanes 21 : 1-14

Tatkala Maria Magdalena berdiri di dekat kubur Tuhan Yesus sambil menangis, dan “Kata malaikat-malaikat itu kepadanya: ‘Ibu, mengapa engkau menangis?’ Jawab Maria kepada mereka: ‘Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan.’” Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu bahwa itu adalah Yesus. Mata dan telinga Maria saat itu sudah tidak berguna lagi.

Kemudian kata Yesus kepadanya, “Maria!” Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani, “Rabuni!” Sungguh aneh! Begitu Tuhan menyebut namanya, Maria segera mengenal Dia. Itulah wahyu. Apakah wahyu? Wahyu bukan berarti Tuhan berdiri di depannya lalu berkata, “Aku inilah Yesus,” melainkan dengan ajaib membuat seseorang tahu, bahwa Dia itulah Tuhan.

Setelah Tuhan Yesus bangkit dari kematian, di antara murid-murid-Nya ada dua orang yang hendak pergi ke Emaus. Ketika itu Tuhan datang menghampiri mereka, tetapi mata mereka kabur, tertutup sehingga tidak mengenal Tuhan yang telah bangkit itu. Kemudian Tuhan berbicara dengan mereka, bahkan dijelaskan-Nya tentang diri-Nya sesuai dengan Alkitab dari kitab Musa dan para nabi. Ketika mereka hendak makan, Tuhan Yesus memecahkan roti yang telah diberkati-Nya dan membagi-bagikannya kepada mereka, saat inilah mata mereka terbuka, dan baru mengenal Dia.

Ketika hari mulai siang, berdirilah Yesus di pantai, tetapi murid-murid itu tidak mengetahui bahwa Dia adalah Yesus. Kemudian Tuhan berkata kepada mereka, “Hai anak-anak, apakah kamu punya ikan?” Jawab mereka, “Tidak.” Maka kata Yesus kepada mereka, “Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka kamu akan mendapatnya.” Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menarik lagi karena banyaknya ikan. Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus, “Itu Tuhan.” Tadi mereka telah mendengar dan melihat Dia, namun tidak mengenal bahwa Dia itulah Tuhan; kini dengan tiba-tiba mereka mengetahui dengan ajaib sekali. Pengenalan yang demikian mustahil digoncangkan, karena itu merupakan pengenalan batini yang menimbulkan kekuatan batini.

Ada orang yang sangat hafal Alkitab, bahkan dapat mengajarkannya kepada orang lain, namun ia tidak mengenal Tuhan Yesus. Ada orang selain memahami ajaran Alkitab, juga telah dicelikkan matanya oleh Tuhan sehingga ia dapat mengenal Tuhan. Ketahuilah, dalam kekristenan tidak hanya ada Alkitab, tetapi juga ada wahyu pribadi. Memang tanpa Alkitab, mustahil ada ajaran kekristenan. Tetapi ingatlah, tanpa wahyu kita pun takkan memiliki Kristus secara pribadi.

Justru di kalangan anak-anak Allah terdapat kesukaran yang demikian. Banyak pengetahuan yang merupakan pengetahuan turunan; dari mulut seseorang kepada telinga seseorang; dari pengertian otak seseorang kepada pengertian otak orang lain. Semuanya merupakan turunan, maka semuanya hanya merupakan doktrin-doktrin atau pengetahuan-pengetahuan belaka. Kita harus ingat, hanya memiliki pengetahuan Alkitab tetapi tidak mengenal Tuhan, itu tidak ada gunanya. Dua orang murid yang menuju ke Emaus itu sudah memiliki pengetahuan Alkitab sejak dulu, dan tatkala Tuhan menjelaskan Alkitab di tengah jalan, mereka pun merasa berkobar-kobar di dalam hati, namun mereka belum juga mengenal Dia. Terhadap Tuhan, kita wajib memiliki pengenalan yang batini.Pengenalan yang demikian barulah pengenalan yang sejati. Sudahkah Anda memiliki pengenalan yang batini terhadap Tuhan?

Setelah mereka tiba di darat, mereka melihat api arang dan di atasnya ikan dan roti. Maka berkatalah Tuhan Yesus kepada mereka, “Marilah dan sarapanlah.” Tetapi tidak ada di antara murid-murid itu yang berani bertanya kepada-Nya, “Siapakah Engkau?” Sebab mereka tahu bahwa Ia adalah Tuhan.

Apakah Anda tidak merasakan bahwa perkataan di atas saling bertentangan?

Secara lahir mereka tidak tahu, akan tetapi secara batin mereka sudah tahu. Secara lahir mereka masih heran dan ajaib, tetapi dalam batin mereka tahu bahwa Ia adalah Tuhan.

Wahyu berarti jelas dalam batin; wahyu berarti mengetahui dalam batin. Berbahagialah orang yang berjalan dalam wahyu! Berbahagialah orang yang mengenal Tuhan demi wahyu! Sebab hanya orang yang demikianlah yang bisa memperoleh kekuatan. Pengetahuan lahiriah sekali-kali tidak dapat menggantikan wahyu batiniah.

Hai, saudara-saudari, terhadap pengenalan yang batini, terhadap wahyu ini, bahkan orang-orang yang telah melayani bertahun-tahun belum tentu memilikinya. Tapi justru pengenalan yang batini ini bisa didapatkan oleh siapa saja, baik mereka yang baru percaya atau yang sudah lama di dalam hidup gereja. Ini tergantung pada belas kasihan Tuhan. Kita perlu terus berlatih di dalam hidup kita, melatih roh kita, terus berdoa, membaca Alkitab dengan doa, belajar dengan berdoa, bekerja dengan berdoa, juga terus setia di dalam hidup gereja mengasihi Dia dan pengaturan-Nya mengharapkan pengenalan yang batini ini yang tidak bisa didapatkan dari manusia atau dunia ini, hanya bisa didapatkan dari Tuhan sendiri. Karena itulah pengenalan yang batini ini tidak ternilai.

Malahan segala sesuatu kuanggap rugi karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah, aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus. ( Fil. 3:8 )

Penulis: Watchman Nee

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *