Maaf, Anda mengaktifkan Adblock pada browser anda!
Atau anda tidak mengaktifkan Javascript![ ? ]
Bijaksanan merencanakan masadepan

Bijaksanan merencanakan masadepan

Sayangilah keluarga Anda dengan memilih asuransi jiwa yang benar-benar menjamin kesehatan dan masa depan Anda dan keluarga. Banyak asuransi yang mengiming-imingi keuntungan, namun pengelolaannya tidak jelas dan ujung-ujungnya nasabah yang dirugikan. More »

Preparing His path

Preparing His path

Time is nearest. More »

Beritakanlah Firman

Beritakanlah Firman

Beritakanlah Firman, baik atau tidak baik waktunya More »

This is default featured slide 5 title

This is default featured slide 5 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

 

Petani dan anjing setia

*”PETANI & SANG ANJING”*

 

Ada sebuah keluarga Petani yg tinggal di sebuah desa. Keluarga Petani ini di karuniai seorg putri yg msh berumur enam bulan. Mereka juga memelihara seekor anjing yg sangat mrk sayangi.

 

Anjing itu begitu pintar dan setia kpd majikannya. Ia bisa diandalkan utk membantu pasangan Petani itu di dlm menjaga sawahnya.

 

Mereka tdk perlu membuang wkt utk menjaga burung2 atau tikus yg akan merusak tanaman padi, krn sang anjing setia akan mengusir burung2 yg datang utk melahap padi mrk. Karena kegesitannya sang anjing setia itu selalu berhasil menangkap tikus2 nakal yg merusak tanaman padi dan men-cabik2 tubuh mrk.

 

Pagi itu pak Tani bermaksud menjual hasil sawahnya ke kota, tetapi kali ini ia terpaksa hrs mengajak istrinya krn banyaknya hasil sawah yg hrs mrk bawa ke pasar. Masalahnya, siapa yg akan menjaga si kecil yg baru berumur enam bln itu? “Kan ada sang anjing,” kata pak Tani kpd istrinya.

 

Maka berangkatlah suami istri itu ke pasar dan mempercayakan pengawasan bayi mrk kpd sang anjing setia. Toh selama ini kesetiaan dan kepintarannya sdh terbukti.

 

Setelah semua hasil panennya habis terjual, mrk pun pulang ke rumah.

 

Melihat majikannya datang, dr kejauhan sang anjing menyalak, me-lompat2 sambil ber-putar2 seolah ingin memberitahukan kpd majikannya, “cepat ke mari, ada sesuatu yg terjadi” Setelah dekat, suami-istri itu pun kaget bkn kepalang. Betapa tdk, mrk melihat moncong si anjing berlumuran darah. “Pastilah sang anjing ini sdh memakan bayi kita”, jerit istri petani histeris.

 

Serta merta si pak Tani mengambil sebatang kayu, sambil mencaci maki sang anjing, “anjing kurang ajar, tdk tahu diuntung, teganya engkau memakan bayi kami” Sekuat tenaga pak Tani itu memukulkan kayu ke kepala sang anjing tsb. Sang anjing pun sempoyongan, berteriak lemah dan memandang tuannya dgn mata sayu, setelah itu ia rebah dan tak bernyawa dekat kaki tuannya.

 

Suami-istri itu bergegas kedlm dan di sana mrk melihat bayi kecil mrk sdg tertidur lelap. Di bawah tempat tidurnya, tampak bangkai ular besar dgn darah yg berceceran di tanah bekas gigitan sang anjing.

 

Suami-istri itu pun duduk terkulai. Penyesalan mendera hati mrk krn telah membunuh sang anjing setia yg justru telah menyelamatkan nyawa bayi mrk dr serangan si ular besar.

 

*Pesan Moral:*

_*”saat kita marah, jagalah kata2 dan sikap, sblm menyesal dgn akibatnya. Lebih baik diam dan menghindar sementara sampai kita mampu mengendalikan emosi”*_

 

_*”setiap org hendaklah cepat utk mendengar, tetapi lambat utk ber-kata2, dan jg lambat utk marah; sebab amarah manusia bisa tidak mengerjakan kebenaran”*_

dikutip dari #edisiSelfReminder#

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *