Maaf, Anda mengaktifkan Adblock pada browser anda!
Atau anda tidak mengaktifkan Javascript![ ? ]
Bijaksanan merencanakan masadepan

Bijaksanan merencanakan masadepan

Sayangilah keluarga Anda dengan memilih asuransi jiwa yang benar-benar menjamin kesehatan dan masa depan Anda dan keluarga. Banyak asuransi yang mengiming-imingi keuntungan, namun pengelolaannya tidak jelas dan ujung-ujungnya nasabah yang dirugikan. More »

Preparing His path

Preparing His path

Time is nearest. More »

Beritakanlah Firman

Beritakanlah Firman

Beritakanlah Firman, baik atau tidak baik waktunya More »

This is default featured slide 5 title

This is default featured slide 5 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

 

Penyembahan yang benar

PENYEMBAHAN YANG BENAR

Oleh: Robert Colman

A.W. Tozer beberapa dasawarsa lalu pernah mengatakan, bahwa penyembahan merupakan mutiara yang sudah hilang dalam Gereja Kristen. Sejak pernyataan Tozer ini, selama tiga puluh tahun lebih telah terjadi revival dalam gereja Tuhan dengan proses ajaib yang memperbarui pemahaman banyak orang Kristen di pelbagai tempat tentang arti makna penyembahan, tujuan dan manfaat penyembahan. Hal ini semakin menambah kerinduan bagi orang Kristen untuk dapat menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran.

Menyembah Allah merupakan kewajiban yang harus dilakukan dalam hidup ini, dan setiap orang mempunyai hasrat untuk menyembah. Hasrat keinginan untuk menyembah itu hakiki bagi setiap manusia, sehingga jika manusia itu tidak menyembah Allah, maka ia akan menyembah pribadi lain, suatu ujud tertentu,sesuatu yang ada di dunia ini, atau bahkan diri sendiri.

Kesulitan terbesar adalah kita sering “mengintelektualkan Allah”. Maksudnya adalah : kita memikirkan kehadiran Allah, tetapi menolak setiap jamahan Allah pada emosi jiwa,roh atau tubuh kita. Mengapa kita sering membatasi emosi dan pikiran kita dalam penyembahan? Ketika Adam sebagai manusia pertama jatuh dalam dosa, timbullah rasa malu, kesadaran diri Yesus Kristus sebagai Adam terakhir telah mati di kayu salib,Ia juga telah mematikan rasa malu yang menahan kita dalam perbudakan kesadaran diri yang salah .Kristus telah membawa kita memiliki kebebasan total dalam tubuh,jiwa dan roh kita.

William Temple, teolog Gereja Anglican pernah mengatakan :”Penyembahan adalah penundukan seluruh keberadaan kita kepada Allah. Penyembahan adalah kebangkitan kesadaran akan kekudusanNya; pemuasan pikiran oleh kebenaranNya; pengudusan imajinasi oleh keindahanNya, membuka hati pada kasihNya, menyerahkan kehendak pada maksudNya; dan saya perlu menambahkan: dan penyerahan diri kita kepada kebebasanNya secara total.”. Penyembahan yang benar hanya terjadi kalau kita mengijinkan Allah tidak hanya bertahta di pusat alam semesta, tetapi juga bertahta di dalam pusat hati kita.

Karya penebusan Kristus yang begitu mulia dalam menyelamatkan umat manusia dan memulihkan sukacita kita untuk melakukan penyembahan yang benar, sebagaimana Adam dan Hawa yang benar-benar menikmati hadirat Allah dalam keindahan Taman Eden sebelum jatuh dalam dosa. Masalah vital penghalang dalam penyembahan adalah pemusatan pada diri sendiri. Dosa juga termasuk usaha menahan diri sendiri di pusat hidup kita, dimana seharusnya Allah berada. Jika Allah tidak lagi menempati pusat hidup kita, maka diri kita sebagai pusat hidup kitalah yang menjadi ‘Allah’ atau ilah lain itu !

Jika Allah tidak menempati dan memelihara pusat hidup kita, maka tidak ada lagi fokus penyembahan kita. Untuk menjadi pribadi yang dikehendaki Allah kita harus berhenti berperang dengan ego diri sendiri dan menyerah kepada Allah, sehingga Ia dapat masuk, mengambil tempat (yang merupakan hakNya) dalam hidup kita dan memerintah sebagai Allah. Bila tidak ada penyerahan diri kepada Allah secara total, akan terjadi konflik dan ketidak harmonisan internal. Ego manusiawi kita jika selaras dengan kehendak Allah akan berfungsi dengan baik, jika tidak akan menjadi kekuatan yang membahayakan dan merusak.

Jadi, apa sebenaarnya yang Allah inginkan ? Jawabanya mudah dan maknaaanya sangat dalam, yaitu penyeraaahan diri. Ini telah menukar hidup yang berpusat pada diri sendiri yaaang penuh dosa pada hidup yang sepenuhnya berpusat pada Allah.Ini pertukaran yang nyata, hidup kita bagiNya dan hidupNya bagi kita. Paulus dalam Roma 12:1 menegaskan:”Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup,kudus dan yang berkenan kepada Allah; itu adalah ibadahmu yang sejati”.

(Robert Colman adalah Worship Leader di Blackburn Baptist Church,Melbourne)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *