Maaf, Anda mengaktifkan Adblock pada browser anda!
Atau anda tidak mengaktifkan Javascript![ ? ]
Bijaksanan merencanakan masadepan

Bijaksanan merencanakan masadepan

Sayangilah keluarga Anda dengan memilih asuransi jiwa yang benar-benar menjamin kesehatan dan masa depan Anda dan keluarga. Banyak asuransi yang mengiming-imingi keuntungan, namun pengelolaannya tidak jelas dan ujung-ujungnya nasabah yang dirugikan. More »

Preparing His path

Preparing His path

Time is nearest. More »

Beritakanlah Firman

Beritakanlah Firman

Beritakanlah Firman, baik atau tidak baik waktunya More »

This is default featured slide 5 title

This is default featured slide 5 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

 

Renungan kehidupan

<font size=”4″>Kamis, 1 September 2016
Porsi Ayat Bacaan PB: 1 Kor. 13:1-13

Keunggulan Kasih<font size=”4″>

Doa baca: “Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.” (1Kor.13:13)

Dalam 13:8-13 Paulus membicarakan keunggulan kasih. Kasih tidak berkesudahan berarti kasih ini bertahan lebih lama daripada segala sesuatu, tetap berpegang pada tempatnya. Kasih tak berkesudahan, tidak akan pudar, tidak akan berakhir. Semua karunia, baik nubuat-nubuat, atau bahasa lidah, atau pengetahuan, adalah sarana operasi Allah, bukan hayat yang mengekspresikan Allah. Karena itu, semuanya akan berhenti dan menjadi tidak berguna. Semua ini bersifat sezaman. Hanya hayat yang diekspresikan oleh kasih adalah kekal. Hanya kasih yang dimiliki orang-orang yang matang akan bertahan sampai kekal.
Tidak ada satu pun yang dapat menggoyahkan kasih atau menyingkirkannya. Semua karunia lainnya termasuk tutur-sabda, pada akhirnya akan berakhir, tetapi kasih tetap ada. Kasih tidak akan pernah runtuh. Pada zaman yang akan datang akan ada kasih, tetapi tidak akan ada bahasa lidah, penafsiran bahasa lidah, maupun tutur-sabda. Baik bahasa lidah, yaitu karunia yang paling kekanak-kanakan, dan tutur-sabda, karunia yang lebih matang, akan berakhir. kasih adalah yang terbesar di antara ketiga kebajikan yang tetap ada ini. Maka kita harus mengejar kasih (1 Kor. 14:1). Kasih merawat Tubuh dan membangun Tubuh. Pertama-tama kasih menyatukan Tubuh dan kemudian membangunnya. Karena itu, kita memfokuskan perhatian kita pada kasih yang akan membangun Tubuh ini. Kita harus mengejar kasih dan tetap tinggal di dalam Tubuh untuk menikmati Roh itu. Hanya kasih yang akan membangun Tubuh. Karena itu, kita semua harus mengejar kasih ini.

Jumat, 2 September 2016
Porsi Ayat Bacaan PB: 1 Kor. 14:1-25

Bernubuat Berbicara bagi Tuhan

Doa baca: “Tetapi siapa yang bernubuat, ia berkata-kata kepada manusia, ia membangun, menasihati dan menghibur.” (1 Kor. 14:3)

Satu Korintus 14, bernubuat mengacu kepada berbicara bagi Allah dan Kristus serta menyampaikan Allah dan Kristus. Menyampaikan Allah dan Kristus adalah melayankan dan mendispensikan (menyalurkan) Allah dan Kristus kepada orang-orang. Kita melayankan Allah dan Kristus kepada orang-orang dengan cara yang sama seperti seorang pelayan melayankan makanan. Mendispensikan Allah dan Kristus ke dalam orang-orang sedikit berbeda dengan melayankan. Seorang pelayan mungkin menyinggung orang-orang yang dia layani sedemikian rupa sehingga mereka tidak mau menyantap makanan yang dia layankan kepada mereka. Pelayan seperti itu melayankan makanan tetapi tidak mendispensikannya kepada orang-orang.
Tetapi, ada rintangan dasar bagi kita untuk bernubuat sehingga kita semua harus berjuang untuk mengalahkannya. Kita merasa bahwa kita seharusnya hanya berbicara jika kita dapat menjadi pembicara yang top; jadi, kita menahan diri dari berbicara karena tidak ingin kehilangan muka kita. Keragu-raguan juga adalah rintangan kita. Cara untuk mengalahkan rintangan kita adalah dengan melawan manusia alamiah kita beserta watak dan kebiasaannya. Cara untuk mengalahkan rintangan kita juga adalah dengan melatih roh dan belajar bagaimana mengutarakan apa yang ingin kita bicarakan bagi Tuhan. Kita memiliki sesuatu mengenai Tuhan untuk dibicarakan kepada orang lain, namun kita tidak tahu bagaimana cara mengutarakannya. Ketika hal ini terjadi, kita perlu pulang ke rumah dan berlatih berbicara. Kita bisa berdoa, “Tuhan, saya ingin belajar berbicara bagi Dikau”
03/09/16, 6:12 – ‪+62 818-384-872‬: Sabtu, 3 September 2016
Porsi Ayat Bacaan PB: 1 Kor. 14:26-40

Kita Semua boleh Bernubuat

Doa baca: “Sebab kamu semua boleh bernubuat seorang demi seorang, sehingga kamu semua dapat belajar dan beroleh kekuatan.” (1 Kor. 14:31)

Satu Korintus 14:31 mengatakan, “Sebab kamu semua boleh bernubuat seorang demi seorang.” Ayat ini mengatakan bahwa semua orang beriman memiliki kapasitas untuk bernubuat. Kapasitas mengacu kepada kemampuan yang diperoleh sejak lahir. Anjing tidak memiliki kapasitas untuk mengucapkan bahasa manusia; anjing hanya memiliki kapasitas untuk menyalak. Namun manusia memiliki kapasitas untuk berbicara. Kita, anggota-anggota Tubuh Kristus, semuanya dapat bernubuat seorang demi seorang.
Banyak orang kudus di tengah-tengah kita merasa bahwa semua dapat bernubuat kecuali mereka. Namun, sebenarnya tidak ada perkecualian. Kita tidak pandai berbicara, tetapi kita masih dapat bernubuat. Ayat 31 tidak mengatakan, “Kamu semua dapat bernubuat dengan fasih.” Tidak ada kata keterangan seperti itu dalam ayat ini. Ayat tersebut hanya mengatakan, “Kamu semua boleh bernubuat.” Tidak peduli bagaimana kita berbicara, asal berbicara sudahlah cukup. Tuhan ingin kita semua berbicara. Dalam setiap sidang Hari Tuhan di pagi hari, banyak orang kudus tidak berbicara, tetapi setelah sidang usai, mereka memiliki banyak hal untuk dibicarakan. Kita tidak perlu mempermasalahkan seberapa baiknya kita berbicara, kita hanya perlu berbicara. Bahkan jika tata bahasa kita tidak baik sekalipun, orang.orang akan memahami kita. Sering kali kita ingin “menyelamatkan muka”. Jika kita berbicara, kita ingin menjadi pembicara yang top. Tetapi kita tidak perlu pembicara-pembicara yang top, kita hanya perlu pembicara-pembicara. Kita semua dapat bernubuat seorang demi seorang.
05/09/16, 7:16 – ‪+62 818-384-872‬: Senin, 8 Agustus 2016
Porsi Ayat Bacaan PB: Rm. 8:14-39

Pimpinan Roh Kudus

Doa-baca: “Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.”(Rm. 8:14)

Roma 8:14 menerangkan, “Semua orang yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.” Kita adalah anak-anak Allah yang memiliki hayat Allah, maka Allah tidak saja memimpin melalui keadaan sekitar, Ia pun berbicara kepada kita melalui Roh-Nya di dalam batin kita, untuk memimpin kita.
Begitu Anda memiliki satu roh yang baru, Roh Allah pun tinggal di dalam batin Anda. Maka dengan sendirinya, Roh Allah dapat memberi tahu Anda apa kehendak Allah, dan dengan sendirinya dalam batin Anda ada perasaan. Anda bukan hanya nampak pengaturan Allah dalam keadaan sekitar, Anda juga dapat mengetahui dengan jelas dari dalam batin Anda. Karena itu, Anda tidak saja wajib belajar percaya akan pengaturan Allah dalam keadaan sekitar, Anda pun wajib belajar percaya pimpinan Roh Kudus di dalam batin Anda. Pada saat-saat yang tepat atau pada saat-saat diperlukan, Roh Allah pasti akan memberikan terang dan perasaan dalam batin Anda, sehingga Anda dapat mengerti urusan mana berasal dari Allah, dan urusan mana bukan berasal dari Allah.
Jika seseorang benar-benar bertekad melakukan kehendak Allah, niscaya ia dapat mengetahuinya. Hanya orang yang batinnya ceroboh yang tidak dapat mengerti kehendak Allah.
Roh Allah berdiam di bagian terdalam dari batin manusia, maka perasaan Roh Kudus bukan yang dangkal dan bukan yang berada di luar, melainkan berasal dari tempat yang terdalam. Ia agak mirip suara, tetapi bukan suara; agak mirip perasaan, tetapi bukan perasaan. Roh Allah di dalam batin menunjukkan kepada Anda, manakah yang menjadi kehendak-Nya, manakah yang bukan kehendak-Nya. (Mencari Kehendak Kekal Allah, W. Nee)
Selasa, 9 Agustus 2016
Porsi Ayat Bacaan PB: Rm. 9:1-18

*Prinsip Umum yang Tanpa Individualistis*

Doa-baca: “Bahkan, aku mau terkutuk dan terpisah dari Kristus demi saudara-saudaraku, kaum sebangsaku secara jasmani.” (Rm. 9:3)

Paulus adalah seorang yang berjiwa umum, tanpa individualistis. la rela pergi (meninggal dunia) dan diam bersama-sama dengan Kristus, sebab itu jauh lebih baik, tetapi lebih perlu tinggal di dunia ini karena orang-orang Filipi (Flp. 1:23-24). Sebagai pelayan gereja, ia rela menderita bagi semua orang demi menggenapkan dalam dagingnya apa yang kurang pada penderitaan Kristus untuk gereja (Kol. 1:24-25). Sungguhpun ia bebas terhadap semua orang, tapi ia rela menjadi hamba semua orang, supaya boleh memenangkan sebanyak mungkin orang (1 Kor. 9:19). la juga rela mengorbankan miliknya, bahkan mengorbankan dirinya demi jiwa orang (2 Kor. 12:15); dan dengan tangannya sendiri bekerja untuk memenuhi keperluan kawan-kawan seperjalanannya (Kis. 20:34), dan bukan saja rela membagi Injil Allah dengan orang, tetapi juga nyawanya sendiri (1 Tes. 2:8).
Saudara Watchman Nee menulis sepucuk surat kepada saudara K.H. Weigh, yang di antaranya memuat kalimat demikian: “Orang yang memimpin, harus belajar mengasihi orang lain, memikirkan orang lain, memperhatikan orang lain, berkorban bagi orang lain, dan rela memberikan segala-galanya kepada orang lain. Jika tidak dapat berkorban diri untuk orang lain, ia tidak layak menjadi pemimpin. Belajarlah memberikan segalanya kepada orang lain, sekalipun kamu nampaknya tidak memiliki apa-apa, maka Tuhan akan mencurahkan berkat-Nya.”

1)Take time to behold Him,
Speak oft with Thy Lord,
Abide in Him always,
And feed on His Word.
Wait thou in His presence,
Submissive and meek,
Forgetting in nothing
His blessing to seek.

2) Take time to behold Him,
The world rushes on;
Spend much time in secret
With Jesus alone.
By looking to Jesus
Like Him thou shalt be;
Thy friends, in thy conduct,
His likeness shall see.

3) Take time to behold Him,
Let Him be thy guide;
And run not before Him
Whatever betide;
In joy or in sorrow
Still follow thy Lord,
And, looking to Jesus,
Still trust in His Word.

4) Take time to behold Him,
Be calm in thy soul,
Each thought and each temper
Beneath His control.
Thus led by His Spirit
To fountains of love,
Thou then shalt be fitted
His mercy to prove.

Rabu, 7 September 2016
Porsi Ayat Bacaan PB: 2 Kor. 1:1–2:11

Menghibur untuk Dihibur

Doa baca: “Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh kemurahan dan Allah sumber segala penghiburan.” (2 Kor. 1:3)

Ayat 3 dan 4 mengatakan, “Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh kemurahan dan Allah sumber segala penghiburan, yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah.” Penghiburan dalam ayat ini menyiratkan pendorongan semangat. Allah disebut Bapa yang penuh belas kasihan (kemurahan) dan Allah sumber segala penghiburan, karena surat ini adalah surat yang menghibur dan mendorong, yang ditulis oleh rasul setelah dia dihibur dan didorong oleh pertobatan kaum beriman Korintus.
Dalam ayat 4 Paulus mengatakan bahwa kita sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kita terima dari Allah. Kita harus terlebih dulu mengalami penghiburan Allah, kemudian baru dapat menghibur orang lain dengan penghiburan dari Allah yang telah kita alami. Maka, kita dihibur dulu supaya kita dapat menghibur orang lain. Ini memerlukan pengalaman.
Jika Anda belum pernah menderita dan belum pernah dihibur oleh Allah, maka Anda tidak akan dapat menghibur orang lain. Karena Anda tidak memiliki realitas, pengalaman, dan modal rohani. Oleh sebab itu, pertama-tama kita sendiri harus menderita demi kepentingan Tuhan dan kemudian dihibur dan didorong oleh Allah. Pengalaman inilah yang akan menjadi modal rohani untuk menghibur orang lain. Dengan cara inilah, kita dihibur dan kita baru dapat menghibur orang lain.

Kamis, 8 September 2016
Porsi Ayat Bacaan PB: 2 Kor. 2:12–3:11

Hayat yang Mengalahkan Situasi Sekeliling

Doa baca: “Tetapi syukur bagi Allah yang dalam Kristus selalu memimpin kami di jalan kemenangan-Nya. Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana.”
(2 Kor. 2:14)

Menurut ketentuan Allah, setiap orang Kristen harus lebih daripada orang-orang yang menang. Tidak peduli penindasan, kesengsaraan, atau penganiayaan, atau kelaparan, atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang, kita tidak saja menang, juga lebih daripada orang-orang yang menang! Lebih banyak kesulitan tidak menjadi masalah.
Bersandar pada kasih Kristus, kita tidak perlu mempedulikan segala sesuatu, karena kita semua telah lebih daripada orang-orang yang menang. Inilah pengalaman orang Kristen yang telah ditentukan oleh Allah. Alkitab tidak mengatakan bahwa kita tidak bisa mempunyai pengalaman yang demikian. Ada kesengsaraan yang kecil saja kita sudah berteriak: Aku harus sabar, aku sedang menderita; aku harus sabar, aku di sini sedang menderita. Kalau kehidupan kita tepat, dalam semuanya itu kita pasti lebih daripada orang-orang yang menang.
Dua Korintus 2:14 mengatakan, “Tetapi syukur bagi Allah yang dalam Kristus selalu memimpin kami di jalan kemenangan-Nya. Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana.” Saudara saudari, ketahuilah, kehidupan orang Kristen bukan adakalanya menang, adakalanya kalah; bukan siang gagal, sore menang. Kehidupan orang Kristen adalah senantiasa menang. Kalau hari ini Anda mengalami pencobaan, malam hari Anda seharusnya bersukacita sehingga tidak bisa tidur. Kalau Anda tidak bisa menang, itu sangat mengherankan; kalau Anda menang, itu adalah perkara yang biasa, perkara yang wajar terjadi. (Hayat yang Menang, bab 2, W. Nee)
08/09/16, 9:28 – ‪+62 818-384-872‬: Puji Tuhan,
09/09/16, 6:55 – ‪+62 818-384-872‬: Jumat, 9 September 2016
Porsi Ayat Bacaan PB: 2 Kor. 3:12–4:6

*Hati yang Menyimpang*

Doa baca: “Tetapi pikiran mereka telah menjadi tumpul, sebab sampai pada hari ini selubung itu masih tetap menyelubungi mereka, jika mereka membaca perjanjian lama itu tanpa disingkapkan, karena hanya dalam Kristus selubung itu disingkapkan.” (2 Kor. 3:14)

Dua Korintus 3:14 mengatakan, “…sebab sampai pada hari ini selubung itu masih tetap menyelubungi mereka, jika mereka membaca perjanjian lama.” “Hari ini” ditujukan pada saat Paulus menulis surat kepada orang-orang Korintus, ketika ia melaksanakan ministri Perjanjian Baru. Sampai pada saat itu, orang Yahudi masih memiliki selubung yang menyelubungi hati mereka apabila mereka membaca Perjanjian Lama. Hari ini, keadaan kebanyakan orang Yahudi masih tetap sama.
Banyak orang Yahudi yang sangat taat, tetapi mereka juga sepenuhnya terselubung. Kelihatannya hati mereka mengasihi Tuhan; sesungguhnya hati mereka masih menyimpang jauh dari Tuhan. Dalam 2 Korintus 3:15-16 Paulus mengatakan, “…ada selubung yang menutupi hati mereka. Tetapi apabila hati seseorang berbalik kepada Tuhan, maka selubung itu diambil dari orang itu.” Selubung itu adalah hati mereka yang menyimpang. Karena arah hati mereka salah, maka mereka berselubung. Diri kita yang mempunyai sudut pandang salah adalah selubung. Jika kita memalingkan diri kita ke sudut pandang yang benar, kita akan nampak. Pada zaman Paulus, banyak orang Yahudi yang mencari Allah, tetapi arah hati mereka salah. Karena arah mereka tidak tepat, maka mereka menjadi selubung bagi diri mereka sendiri. Karena itu, Paulus mengatakan dalam ayat 16, “Tetapi apabila hati seseorang berbalik kepada Tuhan, maka selubung itu diambil dari orang itu.”

Sabtu, 10 September 2016
Porsi Ayat Bacaan PB: 2 Kor. 4:7–5:15

Harta Ternyata dari dalam Bejana Tanah Liat

Doa baca: “Tetapi harta ini kami miliki dalam bejana tanah liat, supaya nyata bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.” (2 Kor. 4:7)

Dalam 2 Korintus 4 kita melihat sebuah bejana tanah liat. Bejana tanah liat ini memiliki keistimewaan, yaitu ada harta yang diletakkan di dalamnya. Bejana tanah liat menutupi harta ini, harta ini ternyata dari bejana tanah liat. Anda melihat di sini ada seorang yang bisa merasa takut, tetapi juga sangat kuat. Hatinya merasa duka, tetapi dia mempunyai pengharapan. Dalam segala hal ia ditindas, namun tidak hancur terjepit; meskipun dia teraniaya, namun tidak ditinggalkan sendirian; dia terhempas, namun tidak binasa (2 Kor. 4:7-9); dia lemah, tetapi dia berkata, jika saya lemah, maka saya kuat (2 Kor. 12:10b). Anda melihat dirinya senantiasa membawa kematian Yesus, tetapi dia berkata, kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuhnya (2 Kor. 4:10); dia diumpat juga dipuji; dianggap sebagai penipu, ternyata orang benar; sebagai orang yang tidak dikenal, namun terkenal; sebagai orang yang nyaris mati, namun dia hidup; sebagai orang yang dihajar, namun tidak mati; sebagai orang yang berdukacita, namun senantiasa bersukacita; sebagai orang miskin, namun memperkaya banyak orang; sebagai orang yang tak bermilik, namun memiliki segala sesuatu (2 Kor. 6:8-10). Inilah yang disebut orang Kristen, juga yang disebut kekristenan.
Yang kita lihat di hadapan Allah adalah harta diletakkan di dalam bejana tanah liat, bejana tanah liat ini tidak dilenyapkan; juga tidak mengatakan bejana tanah liat ini sama sekali tidak bisa berbuat apa-apa, tetapi mengatakan harta ini kita miliki dalam bejana tanah liat. (Aliran Roh Kudus, bab 3, W. Nee)

Fifteen cubits upward did the waters prevail; and the mountains were covered.

I’ve read about Noah & the flood many times. But this morning, God has enlightened me about the flood.
On how great the flood was; it covered not only the land, but even the mountains!
His wrath was poured down upon the crooked men of that time.
Oh, how mighty & powerful our God is!
And we better not take Him lightly.

12/09/16, 6:18 – ‪+62 818-384-872‬: Senin, 12 September 2016
Porsi Ayat Bacaan PB: 2 Kor. 6:14-7:16

Bertobat

Doa baca: “Sebab dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan dan yang tidak akan disesalkan, tetapi dukacita yang dari dunia ini menghasilkan kematian.” (2 Kor. 7:10)

Bertobat adalah memiliki perubahan pikiran dengan penyesalan untuk masa yang lampau dan akan datang. Di aspek negatif, bertobat di hadapan Allah, bukan hanya bertobat dari dosa-dosa dan pelanggaran tetapi juga bertobat dari dunia dan pengrusakannya yang merampas manusia yang Allah jadikan bagi diri-Nya dan bertobat dari kehidupan lama kita yang menolak Allah. Di aspek positif, bertobat adalah berpaling kepada Allah dalam cara dan dalam segala hal, untuk menggenapkan tujuan-Nya dalam manusia ciptaan-Nya.
Ketika kita bertobat, kita bukan hanya ada perubahan pikiran tetapi juga berpaling dalam pikiran kita dari segala hal yang di luar Allah kepada Allah dan Kerajaan-Nya. Kehidupan manusia yang jatuh seluruhnya menurut pikirannya. Pikiran kita mengendalikan kehidupan kita. Kita menjauhi Allah, dan kehidupan kita secara langsung berlawanan dengan kehendak-Nya. Kemudian suatu hari, kita mendengarkan pemberitaan injil yang memberi tahu kita untuk bertobat, memiliki perubahan dan perpalingan dalam pikiran.
Pertobatan yang sejati adalah pertobatan yang dihasilkan dari penyorotan Roh Kudus. Penyorotan Roh Kudus akan dosa dan pelanggaran kita akan menghasilkan perasaan dukacita di dalam. Saat perasaan itu muncul kita perlu segera bertobat di hadapan Tuhan, mohon darah-Nya menyucikan diri kita. Hasil dari pertobatan adalah kita menerima pengampunan dosa, menerima hayat, dan menerima karunia Roh Kudus dan warisan ilahi.
13/09/16, 6:13 – ‪+62 818-384-872‬: Selasa, 6 September 2016
Porsi Ayat Bacaan PB: 1 Kor. 16:1-24

Hubungan Antar Gereja

Doa baca: “Tentang pengumpulan uang bagi orang-orang kudus, hendaklah kamu melakukannya sesuai dengan petunjuk-petunjuk yang kuberikan kepada jemaat-jemaat di Galatia.” (1 Kor. 16:1)

Gereja lokal tidak bergabung secara organisasi. Tapi, ini tidak berarti gereja di satu lokal tidak perlu berhubungan dengan gereja-gereja lokal lain dan tidak saling memperhatikan. Gereja lokal harus bersama gereja-gereja lainnya memelihara kesatuan dalam Tuhan dan menuntut keseragaman langkah. Sebab keesaan kita di dalam Tuhan tidak dapat dipisahkan oleh lokalitas. Namun, sebuah gereja lokal tetap mandiri dalam hal administrasi dan organisasi.
Meskipun mandiri dalam administrasi, tetapi dalam masalah perilaku, keluarga dan masyarakat, setiap gereja adalah sama. Dalam masalah “bantuan” juga demikian. “Tentang pengumpulan uang bagi orang-orang kudus, hendaklah kamu melakukannya sesuai dengan petunjuk-petunjuk yang kuberikan kepada jemaat-jemaat di Galatia” (I Kor. 16:1). Bila mengetahui gereja lain mengalami kesukaran, wajiblah menunjang dengan sekuat tenaga. Bila sebuah gereja lokal beroleh terang di hadapan Allah, maka gereja lain harus belajar darinya dan meneladaninya. Masalah saling membantu adalah perbuatan yang harus dilakukan bersama. Saling meneladani juga merupakan tindakan yang harus dimiliki bersama.
Di satu aspek, satu gereja lokal dengan gereja lokal lain saling mandiri, tidak saling bergabung. Di aspek lain, satu gereja lokal harus meneladani gereja-gereja lain, harus mengikuti teladan mereka, dan mengambil langkah yang seragam dengan mereka. Namun, harus melakukannya menurut pimpinan Roh Kudus dan menurut teladan Alkitab. (Kehidupan Gereja yang Normal, bab 5, W. Nee)

13/09/16, 10:00 – ‪+62 818-384-872‬: Selasa, 13 September 2016
Porsi Ayat Bacaan PB: 2 Kor. 8:1-24

Ia Menjadi Miskin karena Kamu

Doa baca: “Karena kamu telah mengenal anugerah Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa sekalipun Ia kaya, oleh karena kamu menjadi miskin, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya.” (2 Kor. 8:9)

Tuhan Yesus, sebenarnya kaya, tetapi menjadi miskin karena kita, ini adalah anugerah bagi kita. Dalam prinsip yang sama, kita rela mempersembahkan harta kita untuk kepentingan orang lain, ini adalah anugerah bagi mereka.
Kelihatannya, Tuhan Yesus menjadi miskin itu tidak berhubungan dengan ministri suplai materi kepada kaum saleh yang kekurangan. Sebenarnya, jika Tuhan Yesus tidak menjadi miskin, kita tidak akan dapat memiliki Dia sebagai anugerah kita. Misalnya Tuhan Yesus tidak pernah datang menjadi manusia. Lalu, bagaimana Dia dapat menjadi hayat kita? Bagaimana Dia dapat menjadi anugerah yang bekerja di dalam kita, mendorong, menguatkan, dan menyuplai kita untuk melaksanakan satu pelayanan bagi kaum saleh yang kekurangan? Ini tidak mungkin. Kita sangat perlu menyadari bahwa Kristus dapat bekerja di dalam kita pada hari ini karena Dia menjadi miskin. Perihal Dia menjadi miskin karena kita seharusnya menjadi satu teladan. Di satu pihak, Dia adalah hayat di dalam kita; di pihak lain, di luar kita, Dia adalah teladan. Hayat Tuhan di dalam kita adalah hayat dari Dia yang kaya, dan menjadi miskin. Sebagai Tuhan yang adalah hayat kita dan teladan kita yang demikian ini, Kristus adalah anugerah bagi kita. Kemudian anugerah ini membuat kita dapat melakukan apa yang Tuhan lakukan: menjadi miskin bagi orang lain. Kita memiliki hayat yang di dalam kita dan kita memiliki teladan yang di luar kita untuk kita ikuti. Marilah kita menerima kasih karunia ini.
13/09/16, 10:00 – ‪+62 818-384-872‬: Maaf yg sebelummya salah kirim renungan
13/09/16, 10:04 – ‪+62 812-9248-097‬: Amen 🙂
13/09/16, 10:06 – ‪+62 822-5791-6270‬: Iya sdh mengerti saya,sdh sering,dan saya maklumi,,,kalo baru terjadi biasanya pagi2 sdh saya koreksi jam 7 pasti……tapi saya sdh mengerti anda saking sibuk jadi kadang lupa,,,,,,lanjutkan bro
13/09/16, 10:07 – ‪+62 818-384-872‬: 👍 tx
14/09/16, 6:07 – ‪+62 818-384-872‬: Rabu, 14 September 2016
Porsi Ayat Bacaan PB: 2 Kor. 9:1-15

Menabur dan Menuai

Doa baca: “Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.” (2 Kor. 9:6)

Kita sebagai anak Allah berada di bawah perawatan-Nya. Allah memperhatikan kita dan memberi kita makan dengan dua cara: dengan mujizat dan dengan hukum alam. Kita perlu bersyukur kepada Tuhan untuk perawatan-Nya terhadap kita secara ajaib. Fakta bahwa Anda memiliki pekerjaan yang baik itu adalah satu mujizat. Selain itu, memiliki satu tempat tinggal yang layak dan terlindung serta terpelihara sampai sekarang itu juga merupakan mujizat. Kita perlu menyadari bahwa kita hidup bukan oleh pendidikan atau kemampuan kita, melainkan oleh perawatan Allah.
Cara kedua Allah merawat kita adalah dengan hukum alam menabur dan menuai. Ya, kita perlu menabur, benih yang diberikan Allah. Selain itu, Allahlah yang membuat benih itu bertumbuh supaya kita dapat memiliki tuaian. Kita dapat menabur benih, tetapi kita tidak dapat membuat sesuatu bertumbuh. Allah menyuplai benih, Dia juga yang menumbuhkan benih itu. Dengan mengenal ini, kita tidak perlu khawatir tentang masa depan karena kita memiliki Allah sebagai sumber suplai kita, karena itu Paulus memiliki keberanian mendorong kaum saleh untuk memberi kepada kaum saleh yang kekurangan. Percayalah Allah akan merawat masa depan kita. Masa depan kita bukan berada di bawah perawatan kita, melainkan berada di bawah perawatan Bapa. Ini bukan menurut penaburan kita, melainkan menurut suplai-Nya. Jika Allah tidak menyuplai benih, apa yang akan kita taburkan? Masa depan kita tergantung kepada Allah yang membuat benih itu bertumbuh sampai ada tuaian.
15/09/16, 6:03 – ‪+62 818-384-872‬: Kamis, 15 September 2016
Porsi Ayat Bacaan PB: 2 Kor. 10:1-18
Kidung #322

Pikiran yang Tertawan Iblis

Doa baca: “Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus.” (2 Kor. 10:5)

Dalam ayat ini kita nampak bahwa Iblis akan menggunakan berbagai siasat sebagai benteng-benteng kokoh untuk menawan pikiran manusia. Sebab itu, jika Tuhan ingin mendapatkan manusia, benteng-benteng Iblis yang kokoh itu harus diruntuhkan terlebih dahulu, kemudian barulah Tuhan dapat menerobos ke dalam untuk merebut pikirannya.
Sering kali Iblis dapat mengurung manusia dengan berbagai macam khayalan. Kita manusia sangat bodoh, mengira khayalan-khayalan itu berasal dari diri kita sendiri, padahal itu adalah benteng-benteng kokoh yang dibangun Iblis guna mencegah hati kita untuk tunduk kepada Kristus. Kadang-kadang Iblis memberikan satu pikiran yang mendadak kepada kita. Bila kita menerima pikiran itu, kita menerima pekerjaannya. Tetapi jika kita menolak pikiran itu, kita menolak pekerjaannya. Banyak pikiran yang bukan berasal dari pemikiran kita, melainkan pemberian Iblis. Karena itu, kita harus belajar menolak pikiran-pikiran pemberian Iblis itu. Banyak problema atau kesulitan yang timbul di antara anak-anak Allah sebetulnya bukan kesulitan yang bersifat fakta, melainkan bersifat mental. Karena begitu mata kita tidak memandang kepada Tuhan, pasti akan timbul problema. Sebab itu, di samping kita harus nampak betapa Iblis bisa menyerang pikiran kita, kita pun harus tahu, asal kita menolaknya saja, maka bereslah segalanya. Bila kita senantiasa memikirkan perkara-perkara rohani, maka Iblis tidak mudah menyuntikkan pikirannya ke dalam kita. (Melawan Iblis, W. Nee)
15/09/16, 18:06 – ‪+62 818-384-872‬: <Media tidak disertakan>
15/09/16, 18:19 – ‪+62 822-5791-6270‬: Dimana pak?
15/09/16, 18:27 – Eddy Sriyanto: Ada tanya jawab ga .pak?
15/09/16, 18:41 – ‪+62 818-384-872‬: Ada
15/09/16, 18:41 – ‪+62 818-384-872‬: Di balai warga ppv
15/09/16, 18:41 – ‪+62 822-5791-6270‬: Ok
15/09/16, 20:09 – ‪+62 813-8828-0027‬ menambahkan ‪+62 812-8740-5708‬
15/09/16, 21:19 – ‪+62 813-8828-0027‬ menambahkan ‪+62 857-7676-6577‬
15/09/16, 21:19 – ‪+62 813-8828-0027‬ menambahkan ‪+62 857-1688-8458‬
16/09/16, 5:44 – ‪+62 818-384-872‬: Jumat, 16 September 2016
Porsi Ayat Bacaan PB: 2 Kor. 11:1-33
Dipertunangkan dengan Kristus

Doa baca: “Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus.” (2 Kor. 11:2)

Kita di hadapan Allah adalah anak-anak Allah, tetapi berdasarkan ayat diatas kita nampak bahwa di hadapan Kristus kita adalah jodoh-Nya. Karena kita adalah jodoh Kristus, maka di atas diri kita Tuhan ada satu cemburu, Dia hanya menghendaki kita menikmati Dia, jangan menikmati sesuatu selain Dia. Kalau Anda menikmati Dia, juga menikmati yang lain, pasti akan timbul masalah; sama seperti seorang istri mengasihi suami, juga mengasihi orang lain, pasti timbul kesulitan. Begitu kita menikmati sesuatu selain Dia, kita tidak perawan lagi, tidak suci lagi.
Saudara saudari yang terkasih, apakah Anda mengasihi Tuhan? Saya percaya kita semua mengasihi Tuhan, tetapi saya tidak begitu yakin semua hanya mengasihi Tuhan dan tidak mengasihi yang lain. Memang kalian mengasihi Tuhan, tetapi masih mengasihi yang lain. Di satu pihak bersekutu dan mendoa-bacakan firman Tuhan, di pihak lain masih memikirkan yang lain, inilah pikiran telah tersesat, telah disesatkan oleh iblis. Kita perlu menyadari bahwa dalam seluruh alam semesta, hanya Tuhan yang adalah laki-laki, semua orang adalah perempuan. Karena itu pertunangan ini bukan hanya ditujukan kepada para saudari, namun juga kepada saudara, kepada seluruh kaum beriman. Kita harus menyadari bahwa kita bukan lagi orang yang merdeka, namun status kita adalah sebagai seorang yang telah dipertunangkan, diikat, dan dikhususkan bagi Kristus. Kita harus menjaga diri kita suci, hanya mengasihi Dia, tidak mengasihi yang lain.
16/09/16, 6:21 – ‪+62 811-859-171‬: Pukulan berat utk pendukung teori evolusi kehidupan
16/09/16, 6:21 – ‪+62 811-859-171‬: http://cnsnews.com/commentary/eric-metaxas/evolution-just-got-harder-defend
17/09/16, 6:30 – ‪+62 811-3308-402‬: Pagi semua nya.

Saya mohon pencerahan bgmn memahami ayat Efesus 2:15 (TB) : sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,

disandingkan dgn ayat di Matius 5:19 (TB) : Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.

Terima kasih. Gbus all..🙏🏻
17/09/16, 6:31 – ‪+62 818-384-872‬: Sabtu, 17 September 2016
Porsi Ayat Bacaan PB: 2 Kor. 12:1-18

Bersyukur atas Kelemahan

Doa baca: “Tetapi jawab Tuhan kepadaku: ‘Cukuplah anugerah-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.’ Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. ” (2 Kor. 12:9)

Nampakkah Anda? Kelemahan bukanlah hal yang menyedihkan, sebaliknya kelemahan adalah perkara yang dapat dimegahkan. Apakah Anda pernah berkata, “Puji syukur kepada Allah, karena Engkau membuat aku gagal total?” Apakah Anda memuji Allah, karena di dalam Anda penuh dengan dosa? Kalau Anda mempunyai kesulitan-kesulitan ini, Anda harus bersyukur dan memuji kepada Allah. Jadi, pertama adalah tidak mampu, kedua adalah tidak berusaha mampu, ketiga adalah bersyukur kepada Allah, memuji Allah, karena aku tidak mampu.
Kalau tidak ada kelemahan, kuasa Kristus tidak bisa menaungi. Sebab itu aku di sini memegahkan kelemahanku, karena kelemahanku Tuhan mempunyai kesempatan bekerja. Aku mempunyai kesempatan membuktikan kuasa Tuhan, aku memberi Tuhan kesempatan menggantikan aku mengerjakan sesuatu. Menemukan kelemahan diri sendiri bukanlah dosa, tetapi tidak percaya kuat kuasa Allah adalah dosa. Mempunyai satu dosa yang tidak bisa dikalahkan bukanlah dosa, tidak percaya Allah bisa menggantikan Anda untuk menang adalah dosa. Tuhan memperlihatkan diri Anda tidak mampu, bukan bermaksud supaya Anda putus asa, tetapi supaya Anda percaya Tuhan di atas diri Anda mempunyai satu kesempatan yang baik. Ketika Anda nampak diri sendiri tidak mampu, tidak berdaya, dan ketika Anda melihat Tuhan bisa membuat Anda mampu, Anda akan bersyukur kepada Allah.
17/09/16, 6:34 – ‪+62 878-7863-1979‬: Ameen.
17/09/16, 6:37 – ‪+62 818-384-872‬: Eph 2:15 – Abolishing in His flesh the law of the *commandments in ordinances*, that He might create the two in Himself into one new man, so making peace – terjemahan tepatnya bukan “membatalkan hukum taurat” tapi “menghancurkan” – Ini bukanlah hukum ketetapan moral tetapi hukum ketetapan ritual, yang secara prinsip terdiri atas praktek sunat, perhatian terhadap peraturan-peraturan makan, dan pemeliharaan hari Sabat. Ketentuan-ketentuan ini merupakan tiang utama dari Yudaisme. Ketetapan hukum moral tidak akan pernah dibatalkan, tetapi hukum ketetapan ritual ditekankan hanya sejangka waktu tertentu dalam zaman itu; karena itu, bersifat tidak tetap.
17/09/16, 6:39 – ‪+62 818-384-872‬: Lalui kata *perintah Hukum taurat* di matius 5:19 Perintah di sini mengacu kepada hukum Taurat dalam ay. 18. Umat kerajaan bukan hanya menggenapi hukum Taurat, tetapi juga melengkapinya. Maka, sebenarnya mereka tidak meniadakan perintah yang mana pun dari hukum Taurat.
17/09/16, 6:43 – ‪+62 811-3308-402‬: Thank you pak. Still trying to digest the above explanation.
Gbu.
17/09/16, 6:52 – ‪+62 822-5791-6270‬: Luarbiasa pagi2 sdh diskusi,,blom mandi loh,,👍great
17/09/16, 6:52 – ‪+62 811-3308-402‬: 😊😊 pak halim.
17/09/16, 6:53 – ‪+62 822-5791-6270‬: Sdh berenang blom pak di kolam tower B?
17/09/16, 6:55 – ‪+62 811-3308-402‬: Ini mau turun pak. Ayo….
17/09/16, 6:56 – ‪+62 822-5791-6270‬: Ok
18/09/16, 7:18 – ‪+62 818-384-872‬: Minggu, 18 September 2016
Porsi Ayat Bacaan PB: 2 Kor. 12:19-13:13

Ujilah Dirimu Sendiri

Doa baca: “Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu, bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu? Sebab jika tidak demikian, kamu tidak tahan uji.” (2 Kor 13:5)

Menguji adalah menentukan keadaan seseorang; membuktikan berarti memastikan apakah ia memenuhi syarat-syarat untuk status tertentu. Di sini Paulus menyuruh orang-orang Korintus untuk menguji diri mereka sendiri apakah mereka tetap tegak dalam iman. Paulus dengan khusus bertanya kepada orang-orang Korintus apakah mereka mengakui bahwa Yesus Kristus ada di dalam mereka. Asal seorang beriman paham bahwa Yesus Kristus ada di dalam dirinya, dia bersyarat, terbukti sebagai anggota Kristus yang sejati. Dalam ayat 5 kata “tidak tahan uji” berarti tidak memenuhi syarat. Di sini Paulus berkata, “Yesus Kristus ada di dalam kamu atau tidak? Jika Dia tidak ada di dalam kamu, maka kamu tidak tahan uji, dan kamu tidak dapat lulus ujian. Tetapi jika Dia ada di dalam kamu, maka kamu tahan uji.”
Dalam ayat 5 dan 6 Paulus seolah-olah memberi tahu orang-orang Korintus, “Kamu perlu tahu bahwa bukan kami yang tidak tahan uji. Ada beberapa orang di antara kamu yang tidak tahan uji, tetapi aku yakin bahwa bukan kami yang tidak tahan uji. Kami memiliki Kristus di dalam kami, dan kami memiliki Dia berbicara di dalam kami. Sekarang aku meminta kamu untuk menguji dirimu sendiri apakah kamu memiliki Kristus di dalam kamu. Ini akan menentukan apakah kamu layak. Aku telah membuktikan diriku sendiri, dan aku yakin bahwa aku memiliki Kristus di dalamku dan Dia berbicara di dalamku. Maka, aku lulus ujian dan memiliki bukti bahwa Kristus benar-benar berbicara di dalamku.” Untuk memiliki iman yang tahan uji, kita harus sepenuhnya percaya bahwa ketika kita percaya kepada-Nya, Yesus Kristus tinggal dalam diri kita.
19/09/16, 5:31 – ‪+62 818-384-872‬: Senin, 19 September 2016
Porsi Ayat Bacaan PB: Gal. 1:1–2:10

Tangan Pengaturan Allah

Doa baca: “Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karunia-Nya,” (Gal. 1:15)

Seluruh hidup kita, tidak hanya dimulai sejak kita bertobat, bahkan sejak dari awal sampai akhir, Allah telah mempersiapkan semuanya bagi kita demi mencapai tujuan-Nya yang paling tinggi. Samuel, Yesaya, Yeremia, dan juga Paulus, adalah orang-orang yang telah dipersiapkan oleh Allah sebelum Allah memakai mereka. Yesaya berkata, “TUHAN telah memanggil aku sejak dari kandungan, telah menyebut namaku sejak dari perut ibuku. . . yang membentuk aku sejak dari kandungan untuk menjadi hamba-Nya” (Yesaya 49:1, 5).
Pernah suatu hari, seorang saudari muda yang baik dan yang rohani, datang menemui seorang saudara yang berbobot. Saudari muda itu lahir dalam keluarga kaya dan kemudian menikah dengan seorang saudara. Saudara ini perlu merawat ibunya. Ibu ini terhadap anak laki-lakinya sangat baik dan ramah, berbeda kalau menghadapi menantu perempuannya. Saudari muda itu datang untuk bersekutu, melihat apakah pengalamannya selama ini boleh dibilang benar. Dia mempersekutukan bahwa hari demi hari dirinya dipersulit oleh ibu mertuanya dan dia memohon kepada Tuhan agar dirinya boleh terlepas dari situasi itu. Ia berkata bahwa ketika ia berdoa kepada Tuhan, Tuhan segera menampakkan kepadanya: Orang yang bagaimanakah diri Tuhan selama Ia hidup di bumi. Selama 30 tahun Ia tinggal dalam keluarga yang kecil, menjadi tukang kayu, menerima banyak pembatasan. Ketika ia nampak ini, sambil menangis ia berkata, “Tuhan, aku memuji Engkau. Hayat-Mu ada di dalamku. Aku telah puas akan keadaanku sekarang ini. Aku tidak meminta Engkau mengubah sesuatu, aku hanya mau memuji-Mu!”
20/09/16, 5:37 – ‪+62 818-384-872‬: Selasa, 20 September 2016
Porsi Ayat Bacaan PB: Gal. 2:11–21

Bukan Aku Lagi yang Hidup

Doa baca: “Aku telah disalibkan dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.” (Gal. 2:19b-20)

Banyak orang Kristen yang merasa berat sekali untuk mempertahankan kehidupan orang Kristen. Setiap hari melakukannya, tetapi setiap hari selalu mengeluh; setiap hari berusaha, tetapi setiap hari gagal; setiap hari mempertahankan kesaksian, tetapi setiap hari memalukan Tuhan. Banyak orang ingin menolak dosa, tetapi tidak kuat; kalau tidak menolak dosa, hati merasa tidak damai. Ingin sabar tidak bisa; kalau marah-marah, hati tidak ada damai; ingin mengasihi orang, tidak mampu; kalau membenci orang, hati tidak enak. Banyak orang yang merasa “lelah” menjadi orang Kristen. Sebelum percaya Tuhan, ia telah menanggung beban dosa; sekarang sejak percaya Tuhan, ia tetap lelah menanggung beban kudus. Beban itu diganti dengan beban ini, namun tetap saja merasa berat, penat, dan sengsara.
Keadaan yang demikian membuktikan bahwa mereka telah menjadi orang Kristen yang salah. Paulus berkata, “Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.” Inilah rahasia kehidupan orang Kristen. Tuhanlah yang menjadi orang Kristen di dalam Anda, bukan Anda menjadi orang Kristen di dalam Anda sendiri. Bila Anda menjadi orang Kristen di dalam Anda sendiri, untuk bersabar terasa sulit, mengasihi sulit, rendah hati sulit, menanggung salib juga sulit. Sebaliknya, bila Kristus hidup di dalam Anda, bersabar terasa senang, mengasihi senang, rendah hati senang, memikul salib juga senang. (Hayat Kita, W. Nee)
21/09/16, 4:21 – ‪+62 818-384-872‬: Rabu, 21 September 2016
Porsi Ayat Bacaan PB: Gal. 3:1–29
Kidung #260

Percaya kepada Firman Allah

Doa baca: “Hanya ini yang hendak kuketahui dari pada kamu: Adakah kamu telah menerima Roh karena melakukan hukum Taurat atau karena percaya kepada pemberitaan Injil?” (Gal. 3:2)

Kita harus mempercayai Injil, yaitu firman Allah. Apapun juga yang Tuhan ucapkan di dalam Alkitab adalah untuk dinikmati dan dialami oleh kita. Mungkin ada kalanya ketika kita memikirkan apa yang kita baca di dalam Alkitab itu tidak mungkin, sehingga firman yang diucapkan itu tidak berkhasiat dalam kehidupan Kristen kita. Jika kita kurang memahaminya, kita harus berdoa dan bersekutu sampai kita jelas. Jangan pernah meragukan Firman Allah.
Di manakah kita menerima iman untuk mempercayai Firman Allah? Galatia 3:2 dan 5 memberitahu kita bahwa kita menerima Roh itu dan Tuhan menyuplai Roh itu kepada kita dengan pendengaran dari iman. Ketika kita mendengar firman Allah, iman diinfuskan ke dalam roh kita. Iman itu menciptakan suatu apresiasi terhadap apa yang diucapkan. Ketika kita berdoa kepada Tuhan menurut apa yang diucapkan kepada kita, kita menerima realitas yang disampaikan oleh firman itu. Misalnya, ketika kita membaca Roma 10:12, “Tuhan yang satu itu kaya bagi semua orang yang berseru kepadaNya”. Kemudian kita perlu berdoa, “Engkau berkata bahwa Engkau akan menjadi kaya bagiku jika aku berseru. O Tuhan Yesus, aku berseru kepada-Mu sekarang dan aku percaya bahwa Engkau adalah kaya bagiku. Terima kasih, Tuhan!” Jika kita menerima firman Tuhan dengan menyetujuinya, mempercayainya, bertindak atasnya, dan berdoa menurutnya, apapun juga yang Alkitab katakan bukan hanya menjadi suatu janji bagi kita melainkan juga suatu fakta perampungan sebagai suatu warisan bagi kita
22/09/16, 7:45 – ‪+62 818-384-872‬: Puji Tuhan,

Persekutuan doa PPV kembali mengundang pada kamis ini tgl 22 September 2016.

Bertempat di apt.PPV AAB 6 no 1. Pukul 19.30-21.00, (disediakan makan malam).

Mohon konfirmasi kehadirannya, Tuhan Yesus memberkati.
22/09/16, 7:48 – ‪+62 822-5791-6270‬: 👆
22/09/16, 8:06 – Eddy Sriyanto: Siap
22/09/16, 14:05 – ‪+62 818-384-872‬: Bdone mazmur 121-125. Lihat, seperti mata para hamba laki-laki meman­dang ke­pada tangan tuannya, seperti mata hamba perem­puan meman­dang kepada tangan nyonyanya, demikianlah mata kita me­mandang kepada TUHAN, Allah kita, sampai Ia mengasihani kita. (123:2)
22/09/16, 19:37 – ‪+62 818-384-872‬: HANYA DEKAT KASIHMU

Hanya dekat kasihMu Bapa
Jiwaku pun tenang
Engkau menerimaku dengan sepenuhnya

Walau dunia melihat rupa namun
Kau memandangku sampai kedalaman hatiku

Tuhan inilah yang kumau
Kau mengenal hatiku jauh melebihi semua yang terdekat sekalipun

Tuhan inilah yang kumau
Kau menjaga hatiku supaya kehidupan memancar senantiasa
23/09/16, 5:18 – ‪+62 818-384-872‬: Jumat, 23 September 2016
Porsi Ayat Bacaan PB: Gal.5:1–15

Jangan Hidup di Luar Anugerah

Doa baca: “Kamu lepas dari Kristus, jikalau kamu mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat; kamu hidup di luar Anugerah.” (Gal. 5:4)

Ketika kita membaca Galatia 5:4 kita tahu bahwa mereka sudah memasuki anugerah itu. Kristus telah memerdekakan mereka, maka mereka sudah benar-benar merdeka, sekarang mereka harus teguh berdiri di dalam kemerdekaan ini, jangan mau dikenakan kuk perhambaan lagi. Pada mulanya berdiri di atas posisi kemerdekaan, tapi sekarang telah beranjak dari posisi tersebut, membuat kuk bagi dirinya sendiri. Itulah yang disebut hidup di luar anugerah.
Apakah perbedaan antara seorang Kristen yang merdeka dan yang tidak merdeka? Seorang Kristen yang merdeka bila datang ke hadirat Allah maka yang teringat olehnya ialah: ia telah diperkenan Allah karena Tuhan Yesus. Ia telah melupakan dirinya sendiri, ia tidak melihat pada dirinya sandiri, ia hanya ingat bahwa karena Tuhan Yesuslah ia datang ke hadirat Allah. Sedang seorang Kristen yang tidak merdeka, ia mengira ia harus berhati-hati dari pagi hingga petang. Ia kira jika ia berbuat baik Allah akan berkenan kepadanya, jika ia berbuat tidak baik Allah pun tidak akan berkenan kepadanya.
Yang diperhatikan Alkitab ialah karya Kristus. Alkitab menunjukkan kepada kita bahwa kita diperkenan Allah adalah karena pekerjaan Kristus, bukan karena perbuatan kita sendiri. Yang diperhatikan atau dipandang Allah adalah Kristus, bukan kita. Sekalipun Anda bisa berbuat lebih baik daripada Petrus, Yohanes dan Paulus, ketika Anda datang ke hadirat Allah, tetaplah oleh Kristus dan bersandar pada Kristus. Kristuslah yang membawa Anda datang ke hadapan Allah, bukan perbuatan baik Anda yang membawa Anda datang kepada Allah.
23/09/16, 5:29 – ‪+62 822-5791-6270‬: 👍
23/09/16, 7:35 – ‪+62 812-9248-097‬: Amennn
24/09/16, 6:30 – ‪+62 818-384-872‬: Sabtu, 24 September 2016
Porsi Ayat Bacaan PB: Gal. 5:16–6:18
Hidup dan Dipimpin oleh Roh

Doa baca: “Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh.” (Gal. 5:25)

Dalam sejarah Kekristenan yang lampau, terdapat banyak pengetahuan dan doktrin: memikul salib, menanggulangi daging, menuntut kekudusan, menempuh penghidupan yang menang, dipenuhi Roh Kudus. Tetapi saudara saudari kekasih, jika Anda dengan baik-baik membaca Perjanjian Baru, Anda akan nampak, bahwa pada akhirnya Perjanjian Baru hanya memiliki satu fokus, yaitu “hidup di dalam roh.” Galatia pasal 5 mengatakan, bahwa kita perlu hidup dan dipimpin oleh roh, dengan demikian kita tidak akan menuruti daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. Jika kita melalaikan tinggal di dalam roh dan hanya menanggulangi daging, ingin menyalibkan daging, kita akan menemukan bahwa semakin menyalibkan daging, daging akan semakin hidup. Sebaliknya jika kita hidup dan bertindak di dalam roh, kita pasti tidak akan menuruti hawa nafsu dan daging. Tanpa Anda menyalibkannya, itu semua sudah tersalib, Anda yang tidak kudus, telah menjadi kudus; Anda yang tidak menang, telah menjadi menang; Anda yang tidak bisa mengasihi, ternyata bisa mengasihi; Anda yang tidak memiliki terang, ternyata memiliki terang. Karena Roh yang limpah telah tinggal di dalam roh Anda, bahkan berbaur menjadi satu roh dengan roh Anda. Hari ini, kita tidak perlu mempedulikan yang lain, pedulikanlah hidup di dalam roh. Aku hanya tahu satu perkara, bahwa Allah yang mengasihi aku, Tuhan yang menyelamatkan aku, hari ini adalah Roh dan tinggal di dalam rohku, asal aku menggunakan rohku untuk menerima, Dia segera masuk ke dalam rohku, berbaur menjadi satu. Saudara saudari, begitu Anda hidup bersandarkan Dia, Dia dan Anda, Anda dan Dia, keduanya satu kehidupan dan aktivitas. (
25/09/16, 7:05 – ‪+62 818-384-872‬: Minggu, 25 September 2016
Porsi Ayat Bacaan PB: Ef. 1:1–23

Darah, Penebusan, dan Pengampunan Dosa

Doa baca: “Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya,” (Ef. 1:7)

Ketika anak domba Paskah tersembelih, darahnya dioleskan pada tiang-tiang pintu rumah orang-orang Israel. Ketika Allah melihat darah itu, Dia tidak akan melaksanakan hukuman-Nya atas mereka yang berada di bawah naungan darah itu (Keluaran 12:7, 13). Yesus, Anak Allah, telah menumpahkan darah-Nya bagi umat manusia. Darah-Nya telah memuaskan segala tuntutan keadilbenaran Allah. Karena Dia telah mati, manusia tidak perlu mati untuk dosa-dosanya. Melalui darah Kristus, Allah tidak lagi menggugat dan surga dalam keadaan damai sejahtera. Sekarang, manusia dapat dengan penuh keberanian datang ke hadapan Allah (Ibrani 10:19). Alkitab mengatakan bahwa darah Kristus berbicara untuk kita (Ibrani 12:24) seperti seorang pengacara yang berbicara untuk sang terdakwa dalam pengadilan. Melalui darah ini, Allah tidak lagi murka (Allah berada dalam keadaan damai sejahtera – Roma 5:9) karena tuntutan keadilbenaran-Nya dipuaskan. Ketika Allah berada dalam keadaan damai sejahtera, hati nurani kita juga berada dalam keadaan damai sejahtera.
Jika Anda melihat bahwa penebusan Kristus telah memuaskan Allah sepenuhnya, Anda akan berada dalam damai sejahtera bersama Allah. Melalui penebusan Kristus, Allah telah mengampuni dosa-dosa manusia (Efesus 1:7). Ketika Allah mengampuni dosa-dosa manusia, Dia melupakan dosa-dosa manusia (Ibrani 8:12). Pengampunan-Nya adalah melupakan. Allah dapat melakukan apa saja, tetapi Dia tidak dapat mengingat dosa-dosa orang yang telah percaya kepada penebusan Kristus. Mereka yang percaya kepada penebusan Kristus telah dibasuh, dibenarkan, dimurnikan, dan dimerdekakan, sehingga tidak bernoda dan murni di hadapan Allah.
25/09/16, 16:19 – ‪+62 821-1400-2667‬ keluar
26/09/16, 5:23 – ‪+62 818-384-872‬: Senin, 26 September 2016
Porsi Ayat Bacaan PB: Ef. 2:1-22

Anggota Keluarga Allah

Doa baca: “Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah.” (Ef. 2:19)

Setelah seseorang percaya Tuhan, ia tidak memperoleh hayat yang bersifat individual, karena hayat yang diperolehnya itu berhubungan dengan orang banyak. Ditinjau dari segi keluarga Allah, tempat kediaman Allah ataupun Tubuh Kristus, Anda hanyalah sebagian dari keseluruhannya. Jika Anda menyendiri, di hadapan Allah Anda pasti akan kehilangan kekayaan dan kelimpahan itu. Anda harus nampak bahwa Anda tidak dapat tidak bergaul dengan saudara lainnya, sebab dalam keluarga ini, Anda mempunyai banyak saudara.
Saat anda percaya Tuhan, Anda bukan anak tunggal Allah. Anda hanyalah salah satu dari berjuta-juta anak Allah. Mungkin secara jasmani hari ini Anda adalah anak tunggal, tanpa saudara saudari yang bergaul dengan Anda; tetapi setelah Anda percaya Tuhan, Anda tidak dapat tidak berkomunikasi dengan saudara saudari, hal ini tidak dapat Anda hindari. Anda telah dilahirkan dalam keluarga terbesar di dunia. Keluarga ini ialah gereja, besarnya tidak ada yang bisa menandingi. Kalau dalam keluarga jasmani, Anda harus menjadi saudara dari saudara saudari sendiri, atau harus menjadi saudari dari saudara saudari sendiri, terlebih pula dalam keluarga Allah! Hubungan ini berasal dari hayat Allah, yang di dalamnya penuh dengan kasih. Jika ada seorang saudara tidak ingin melihat saudara saudarinya sendiri, dan tidak sudi bersekutu dengan saudara saudarinya sendiri, ini amatlah ganjil! Firman Allah memberi tahu kita, begitu seseorang beroleh selamat, ia segera menjadi anggota keluarga Allah, menjadi anak-anak Allah. Kita masing-masing saling menjadi anggota.
27/09/16, 4:08 – ‪+62 857-7979-1330‬ diganti ke +231 770 736 935
27/09/16, 5:51 – ‪+62 818-384-872‬: Selasa, 27 September 2016
Porsi Ayat Bacaan PB: Ef. 3:1-21

Berumah dalam Hati Kita

Doa baca: “Sehingga oleh imanmu Kristus tinggal di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih.” (Ef. 3:17)

Frase “tinggal” dalam 3:17, bahasa aslinya adalah bentuk kata kerja “rumah”. Manusia batiniah adalah roh kita yang ada Kristus di dalamnya, dan hati yang terdiri dari pikiran, emosi, tekad, dan hati nurani. Kita boleh dengan sarung tangan menjelaskan hal ini. Kita bisa memasukkan tangan ke dalam sarung tangan, tetapi pada mulanya tangan belum sepenuhnya masuk ke dalam sarung tangan. Tangan masih perlu “berumah” di dalam sarung tangan. Pelan-pelan ibu jari masuk ke dalam ibu jari sarung tangan, kemudian jari kedua, ketiga juga masuk ke dalam jari kedua dan ketiga sarung tangan, kemudian, seluruh tangan dengan sepenuhnya masuk ke dalam sarung tangan.
Sebagai Allah yang telah melalui proses, Allah Tritunggal hari ini adalah Roh yang menghidupkan. Sebagai Roh, Ia dapat menyalurkan diri-Nya ke dalam diri kita. Hal ini memungkinkan kita dipenuhi di dalam roh kita dan ke dalam segala kepenuhan Allah, serta memungkinkan Kristus berumah di hati kita. Kristus tidak saja tinggal di dalam kita, Ia juga mencari kesempatan untuk membuat rumah-Nya di hati kita. Ini berarti Ia membaurkan diri-Nya ke dalam setiap bagian diri kita. Kristus, Putra Allah, jelmaan Allah, ialah Roh yang menghidupkan yang tinggal di roh kita dan meluas ke dalam semua bagian batiniah kita. Hati kita tidak seharusnya menjadi tempat kediaman diri atau ego kita, tetapi menjadi tempat kediaman Kristus. Kehendak-Nya tidak lain ialah ingin berumah di dalam hati kita. Allah menghendaki agar hati semua manusia menjadi rumah bagi Kristus.
29/09/16, 5:56 – ‪+62 818-384-872‬: Kamis, 29 September 2016
Porsi Ayat Bacaan PB: Ef. 4:17-5:21

Jangan Mendukakan Roh Kudus

Doa baca: “Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan.” (Ef. 4:30)

Apa artinya mendukakan Roh Kudus? Di sini bukan dikatakan, “Jangan membuat marah Roh Kudus Allah.” Alkitab dengan jelas mengatakan “Janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah.” Anda tidak bisa membuat Roh Kudus Allah marah, tetapi Anda bisa membuat Roh Kudus Allah berduka. Apakah artinya mendukakan? Kata ini sama dengan kata “”sedih” dalam Matius 26:37. Saudara saudari, duka atau sedih yang bagaimanakah yang disebut di sini? Duka ini adalah duka karena Allah akan menanggungkan semua dosa di atas diri-Nya, sehingga la merasa sangat menderita, sedih, seperti mau mati rasanya. Kalau orang Kristen lemah, berbuat dosa, maka Roh Kudus di dalamnya sama seperti Tuhan, begitu berduka, begitu sedih seperti mau mati rasanya. Dia terus berduka di dalam Anda. Ketahuilah, ini bukan perkara yang kecil!
Sebenarnya apa yang menyebabkan Roh Kudus berduka? Dosa! Berdosa terhadap orang lain, najis, kotor, senang mengkritik orang, senang menceritakan rahasia orang, senang mencari kesalahan orang, tidak mau mengampuni orang, tidak setia dalam pekerjaan Allah, dalam rumah kita, dalam setiap pekerjaan, tidak bisa mengasihi orang, selalu mencari kesempatan untuk menguntungkan diri sendiri. Ketahuilah, semua dosa itu akan membuat Roh Kudus berduka di dalam diri Anda! Tidak saja dosa membuat Dia berduka, masih ada yang lain, yaitu: bila Anda tidak mau menuruti kehendak Allah, bila Anda memilih jalan untuk diri sendiri, bila Anda menempuh jalan yang salah. Ketahuilah, hal-hal itu juga membuat-Nya berduka! Hari ini, kewajiban kita di bumi adalah tidak mendukakan Roh Kudus. (12 Bakul, vol 8, W. Nee)
30/09/16, 5:30 – ‪+62 818-384-872‬: Jumat, 30 September 2016
Porsi Ayat Bacaan PB: Ef. 5:22-6:24

Panah Api Si Jahat

Doa baca: “Dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat.” (Ef. 6:16)

Kita semua harus beriman penuh terhadap Allah, hati Allah, kesetiaan Allah, kemampuan Allah, firman Allah, kehendak Allah, dan kedaulatan Allah. Jika kita memiliki iman yang sedemikian, panah api Iblis tidak akan mampu melukai kita. Panah api si jahat adalah cobaan-cobaan, usulan-usulan, keragu-raguan, pertanyaan-pertanyaan, dusta-dusta, dan serangan-serangan Iblis. Rasul menggunakan istilah ini untuk mengilustrasikan serangan Iblis terhadap kita. Setiap pencobaan adalah suatu penipuan, satu janji palsu. Panah api itu termasuk usulan-usulan Iblis yang menggoda kita. Ketika kita bangun di pagi hari, Iblis sering mengajukan usulan-usulannya. Sebab itu, perkara yang pertama harus kita lakukan setiap pagi, ialah masuk ke dalam firman. Bila kita tidak berada dalam firman, kita tidak akan memiliki penudung untuk melawan usulan-usulan Iblis itu. Keragu-raguan dan pertanyaan juga merupakan panah api dari Iblis. Itulah Iblis yang dahulu bertanya kepada Hawa, “Tentu Allah berfirman?” (Kej. 3:1).
Ketika Iblis mengajukan pertanyaan demikian kepada kita, jawaban atau reaksi kita seharusnya ialah melarikan diri, tanpa berbicara dengannya sedikit pun. Sering kali Iblis menyerang kita dengan dusta. Panah api Iblis adakalanya datang sebagai angan-angan yang disuntikkan ke dalam pikiran kita. Angan-angan itu nampaknya adalah angan-angan kita sendiri, tetapi sebenarnya itu adalah angan-angan Iblis. Jangan mau mengakui angan-angan yang disuntikkan Iblis ke dalam Anda dengan kelicikannya.
30/09/16, 9:35 – Radiv P. d Ppv: Kenikmatan baca Alkitab hari ini

*Allah Tritunggal di Dalam LUKAS 15*

Puji Tuhan, Lukas pasal 15 memberikan kita satu gambaran yang jelas bahwa Allah yang kita sembah adalah Allah Tritunggal
1. Gembala yang baik menggambarkan persona *Allah Putra yaitu Yesus* yang adalah Gembala Agung kita, Gembala yg baik, yang rela menyerahkan nyawaNya bagi domba2Nya
2. Perempuan yang mencari dirham yang hilang menggambarkan *Allah Roh Kudus* yang terus mencari orang2 berdosa agar beroleh selamat.
3. Gambaran yang sangat jelas diberikan melalui kisah *Bapa yang baik* yang menyambut anaknya yang durhaka, bukankah ini gambaran dari *Allah Bapa* yang hingga hari ini menantikan anak2Nya untuk bertobat, datang kepadaNya, dan berpesta denganNya.

Haleluya! Kiranya iman kita sebagai orang kristen makin hari makin teguh, karena kita mengenal siapakah Allah yg kita sembah. Ia adalah Allah Tritunggal, yang hari ini tinggal di dalam roh kita, ingin memenuhi kita (yang adalah bejana belas kasihanNya) sehingga melalui karya keselamatanNya, kita makin diserupakan dengan Dia, dan bahkan semulia dengan Dia – Rm. 9:21-23; 8:29-30
30/09/16, 15:24 – ‪+62 811-859-171‬: https://www.yahoo.com/news/9-old-boy-graduates-high-153130463.html
9-Year-Old Boy Graduates High School and Starts College, Wants to Become Astrophysicist: ‘I Want to Prove That God Does Exist’
01/10/16, 6:44 – ‪+62 818-384-872‬: Sabtu, 1 Oktober 2016
Porsi Ayat Bacaan PB: Flp. 1:1-18

Dikerjakan oleh Kristus Yesus

Doa baca: “Penuh dengan buah kebenaran yang dikerjakan oleh Yesus Kristus untuk memuliakan dan memuji Allah.” (Flp. 1:11)

Dalam ayat 9-10 Paulus berdoa untuk orang-orang Filipi atas tiga hal: agar kasih mereka semakin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian; agar mereka dapat membuktikan dengan menguji apa yang berbeda dan yang lebih unggul; dan agar mereka menjadi suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus. Rahasia ketiga hal ini tercantum dalam ayat 11, di mana Paulus mangatakan, “Penuh dengan buah kebenaran yang dikerjakan oleh Yesus Kristus untuk memuliakan dan memuji Allah.” Untuk membuat kasih kita semakin melimpah, untuk membuktikan dengan menguji apa yang berbeda, dan untuk menjadi suci dan tak bercacat, pertama-tama kita harus dipenuhi dengan buah kebenaran yang dikerjakan oleh Yesus Kristus. Ayat 11 sebetulnya ditujukan kepada pengalaman akan Kristus. Sekali lagi kita nampak bahwa kuncinya adalah mengalami Kristus. Kita tahu bahwa ayat 11 mengacu kepada pengalaman akan Kristus disebabkan adanya frase “dikerjakan oleh Yesus Kristus”. Buah kebenaran itu dikerjakan oleh Yesus Kristus dan kita memperolehnya melalui pengalaman kita atas Kristus.
Semakin kita mengalami Kristus, pengalaman ini akan semakin menghasilkan buah kebenaran. Buah kebenaran merupakan produk hidup dari suatu kehidupan yang wajar dengan satu kedudukan yang benar di hadapan Allah maupun manusia. Hal ini dihasilkan oleh Yesus Kristus untuk kemuliaan dan pujian bagi Allah. Jika kita mengalami Kristus, kasih kita pasti akan semakin melimpah, kita akan membuktikan dengan memuji, dan kita akan menjadi murni tanpa cacat
02/10/16, 6:49 – ‪+62 818-384-872‬: Minggu, 2 Oktober 2016
Porsi Ayat Bacaan PB: Flp. 1:19-30

Dengan Nyata Diperbesar

Doa baca: “Sebab yang sangat kurindukan dan kuharapkan ialah bahwa aku dalam segala hal tidak akan beroleh malu, melainkan seperti sediakala, demikian pun sekarang, Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku.” (Flp. 1:20)

Penderitaan Paulus memberinya kesempatan untuk mengekspresikan Kristus dalam kebesarannya yang tidak terbatas. Melalui memperbesar Kristus yang dilakukan Paulus, sampai-sampai dalam istana Kaisar pun ada orang yang beroleh selamat. Dalam hidup sehari-hari kita juga harus memperbesar Kristus, membuat-Nya besar dalam pandangan orang lain. Ketika Anda bekerja atau pergi ke sekolah, orang mungkin meremehkan Kristus, mengolok-olok Dia, dan membuat nama-Nya menjadi sia- sia. Sebab itu, Anda perlu membuat orang lain melihat Kristus tidak kecil, melainkan besar. Di rumah, kita juga wajib memperbesar Kristus. Kita tidak saja perlu hayat yang di dalam, tetapi perlu juga kehidupan yang di luar. Melalui kehidupan secara wajar, Kristus akan ternyata besar dalam pandangan orang lain. Paulus berkata bahwa Kristus akan selalu diperbesar dalam dirinya baik oleh hidupnya maupun oleh matinya. Apa pun yang ia hadapi, baik kesempatan untuk hidup terus maupun kesempatan untuk mati sahid, Paulus berharap memperbesar Kristus. Jadi, entah melalui hidup atau mati, Kristus selalu diperbesar di dalam tubuh Paulus yang dipenjara dan dibelenggu itu.
Dalam ayat 19 Paulus menyebut suplai limpah lengkap dari Roh Yesus Kristus. Kalau kita membiarkan suplai limpah lengkap dari Roh itu bekerja di dalam kita, kehidupan sehari-hari kita akan berubah. Melalui memperbesar Kristus, orang lain akan nampak kebesaran-Nya dan ketidakterbatasan-Nya. Memperbesar Kristus sedemikian ini sudah tentu berarti memperhidupkan Kristus. Melalui memperbesar Kristus sedemikian ini, Paulus dapat menaklukkan segala situasi.
03/10/16, 22:39 – ‪+62 818-384-872‬: <Media tidak disertakan>
05/10/16, 6:24 – ‪+62 818-384-872‬: Rabu, 5 Oktober 2016
Porsi Ayat Bacaan PB: Flp. 4:1-23
Bersukacitalah Senantiasa

Doa baca:“Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!” (Flp. 4:4)

“Bersukacita” adalah satu perintah Allah. Allah tidak pernah memerintahkan kita melakukan perkara yang tidak dapat kita lakukan. Setiap perintah Allah kepada manusia dapat dilaksanakan oleh manusia. Di sini Allah memerintahkan kita supaya bersukacita di dalam Tuhan, bahkan senantiasa bersukacita. Karena “bersukacita” adalah perintah Allah, maka kita harus menaatinya; kalau tidak itu berarti kita melanggar perintah-Nya.
Walaupun ada banyak hal yang dapat membuat Anda sedih. Tetapi Alkitab mengatakan bahwa Anda harus “Bersukacita senantiasa di dalam Tuhan.” Sebab itu, Allah tidak menuntut kita bersukacita karena keadaan sekitar dan suasana kita yang baik.
Kita mengetahui dengan jelas bahwa kita bukan bersukacita karena keadaan sekitar, melainkan karena Tuhan kita. Ketika keadaan sekeliling sulit, menyedihkan, membuat kita mengucurkan air mata, tetapi karena kita menengadah kepada Dia yang mengasihi kita, yang juga adalah Tuhan yang kita kasihi, kita bersukacita. Dia sendirilah yang mampu memuaskan hati kita.
Namun, karena banyak orang yang mudah lupa; hari ini mereka mendengar tetapi besok sudah melupakannya, maka Paulus segera mengulanginya, “Sekali lagi kukatakan: bersukacitalah!” Oh, Allah menghendaki kita bersukacita, karena itu, bagaimanapun juga, kita harus bersukacita. Jadi, kita harus mencari kesempatan untuk memuji syukur kepada Tuhan. Meskipun kita cukup beralasan untuk khawatir, namun kita masih dapat meletakkan semua kekhawatiran dan beban kepada Tuhan; sehingga kita dapat bersukacita. Kita dapat membawa segala sesuatu yang kita alami serta meletakkannya dalam tangan Tuhan. (12 Bakul, buku 3, bab 9, W. Nee)
06/10/16, 6:00 – ‪+62 818-384-872‬: Kamis, 6 Oktober 2016
Porsi Ayat Bacaan PB: Kol. 1:1-14
Pengertian Rohani

Doa baca: “Sebab itu, sejak kami mendengarnya, kami tidak henti-hentinya berdoa untuk kamu. Kami meminta, supaya kamu dipenuhi dengan segala hikmat dan pengertian rohani untuk mengetahui kehendak Tuhan.” (Kol. 1:9)

Kolose 1:9-10 mengungkapkan, bahwa jika kita memiliki roh yang diperbarui dalam pikiran kita, maka kita akan memiliki pengertian rohani. Pengertian adalah fungsi dari pikiran kita. Pengertian kita itu haruslah pengertian yang rohani. Beberapa saudara kita yang berstatus siswa mungkin memiliki pengertian tentang matematika, fisika, atau ilmu pengetahuan tertentu, tetapi tidak memiliki pengertian rohani. Kita hanya dapat memiliki pengertian rohani dengan cara menundukkan pikiran kita kepada roh. Jika pikiran Anda bebas, terpisah dari roh, maka tidak mungkin ada pengertian rohani. Jika pikiran Anda tunduk kepada roh, dikendalikan oleh roh Anda, satu dengan roh Anda, maka dengan segera pengertian dari pikiran Anda itu akan diperbarui menjadi pengertian rohani. Anda akan memiliki kemampuan untuk mengerti banyak perkara secara rohani.
Masalah menerima segala hikmat dan pengertian yang benar untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna (Kolose 1:9) berarti “Hidup layak di hadapan Tuhan serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal” (Kolose 1:10). Karena Anda memiliki pengertian rohani, Anda dapat menyenangkan Allah. Anda dapat mengetahui kehendakNya. Mengetahui kehendak Allah adalah perkara rohani. Jika pikiran Anda sangat duniawi dan tidak ada kaitannya dengan roh, Anda sulit mengerti kehendak Allah, karena kehendak Allah selalu diungkapkan ke dalam roh Anda. Karena itu, tanpa pengertian rohani, kita tidak dapat mengetahui kehendak Allah.
06/10/16, 8:15 – ‪+62 811-859-171‬: Amin
06/10/16, 19:00 – ‪+62 818-384-872‬: Sdr sdri malam ini kt tdk ada persekutuan DoA dan di geser hari minggu ini, seminar kebenaran Alkitab yg bertema: *kedatangan Tuhan*di balai warga tower B jam 17.00-19.00. Mohon konfirmasi kehadiran tuk minggu ini dan bs mengajak keluarga serta Teman. TUHAN memberkati
06/10/16, 19:02 – ‪+62 818-384-872‬: Sdr sdri malam ini kt tdk ada persekutuan DoA dan di geser hari minggu ini, 9 okt. seminar kebenaran Alkitab yg bertema: *kedatangan Tuhan*di balai warga tower B jam 17.00-19.00. Mohon konfirmasi kehadiran tuk minggu ini dan bs mengajak keluarga serta Teman. TUHAN memberkati
07/10/16, 5:51 – ‪+62 818-384-872‬: Jumat, 7 Oktober 2016
Porsi Ayat Bacaan PB: Kol. 1:15-29

Penciptaan Manusia—Menurut Gambar Allah

Doa baca: “Dialah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan.” (Kol. 1:15)

Allah memutuskan dalam ke-Allahan-Nya untuk menciptakan manusia menurut gambar-Nya, dan berdasarkan Alkitab, gambar Allah tak lain adalah Kristus. Gambar adalah ekspresi hakiki Allah dalam semua atribut dan kebajikan-Nya. Semua atribut dan kebajikan Allah tak terlihat. Semua itu adalah unsur pokok diri Allah. Kristus adalah ekspresi segala atribut dan kebajikan Allah, dan ekspresi ini adalah gambaran.
“Gambar Allah” berarti ekspresi dari hakiki Allah. Allah menciptakan manusia menurut gambar-Nya, artinya, manusia ciptaan Allah itu memiliki atribut dan kebajikan yang ada pada Allah. Allah menciptakan manusia menurut gambar-Nya, menurut atribut dan kebajikan-Nya, agar manusia dapat mengekspresikan Allah melalui atribut dan kebajikan itu. Allah bisa berpikir, menimbang, mengasihi, merasa suka dan tidak suka, memilih, memiliki tujuan dan mengambil keputusan. Allah menciptakan manusia juga dalam keadaan yang sama agar manusia dapat mengekspresikan Dia.
Karena itu, manusia dijadikan menurut gambar Allah, yaitu Kristus. Ini menunjukkan bahwa manusia diciptakan agar Kristus dapat masuk ke dalam manusia, sehingga Dia memenuhi manusia dan memakai manusia menjadi wadah-Nya untuk mengekspresikan Dia. Oleh sebab itu, manusia yang diciptakan Allah menurut gambar Allah, yaitu Kristus, memiliki sebuah tujuan bahwa suatu hari kelak manusia didapatkan oleh Kristus serta dipenuhi oleh Kristus, sehingga manusia menjadi wadah Kristus dan Kristus menjadi isi manusia. Inilah yang Allah kehendaki di atas diri manusia.
07/10/16, 17:43 – ‪+62 818-384-872‬ mengeluarkan ‪+62 877-9172-6566‬
07/10/16, 19:39 – ‪+231 770 736 935‬: I am in love with the letter “J” because of a man called Jesus born by a man called Joseph from the tribe called Judah in the region called Judea and baptised by a man called John in a river called Jordan in the land called Jerusalem. Do you love Him too? If not, ignore this message but if yes, send it to 7 loved ones.
07/10/16, 20:13 – ‪+62 818-384-872‬: Amen
07/10/16, 20:16 – ‪+62 896-6932-2091‬: Wow….all starts with a J 😦
07/10/16, 21:36 – ‪+62 818-384-872‬: 👍
08/10/16, 6:24 – ‪+62 818-384-872‬: Sabtu, 8 Oktober 2016
Porsi Ayat Bacaan PB: Kol. 2:1-23
Doa baca: “Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia.” (Kol. 2:6)

Surat Kolose tidak hanya membicarakan apa adanya Kristus, juga mengatakan pengalaman atas Kristus. Kolose 2:6 mengatakan, “Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia.” Hanya Kristus yang begitu penting bagi kita. Dia adalah segala sesuatu kita, Dia adalah hayat kita, pengharapan kita, kita sudah berakar di dalam Dia, sekarang sedang dibangun. Sebab itu kita harus hidup oleh Dia, berperilaku di dalam Dia, kita tidak seharusnya ditipu, diganggu, dan dibelokkan oleh perkara apa pun.
Hal-hal yang ada di dunia ini bisa menipu, mengganggu, atau menyimpangkan kita dari Kristus. Kita harus menaruh perhatian khusus kepada Kristus saja. Kita juga perlu memahami bahwa Kristus adalah Roh pemberi hayat yang tinggal di dalam roh kita. Kalau Kristus bukan Roh itu, Dia tidak bisa menjadi hayat kita; kalau Dia bukan di dalam roh kita, kita tidak bisa mengalami Dia, menikmati Dia, dan menerima Dia menjadi hayat kita.
Oleh sebab itu, kita perlu membiarkan damai sejahtera Kristus tinggal di dalam kita, memerintah atau menjadi juri, juga membiarkan firman Tuhan tinggal dengan limpahnya di dalam kita (3:15-16). Perkataan-Nya adalah roh dan hayat (Yoh. 6:63). Karena Kristus begitu limpah terhadap kita. Sekarang kita harus memuji Dia. Kalau kita telah menerima Dia, telah berakar, dan sedang dibangun di dalam Dia, kita harus berperilaku di dalam Dia. Hari ini Dia adalah hayat kita, kelak Dia adalah pengharapan kita. Kita perlu mengenal Kristus
09/10/16, 6:15 – ‪+62 818-384-872‬: Minggu, 9 Oktober 2016
Porsi Ayat Bacaan PB: Kol. 3:1-11

Manusia Baru

Doa baca: “Dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbarui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Penciptanya.” (Kol. 3:10)

Aspek gereja dalam Kolose 3:10 ini sebagai manusia baru masih lebih tinggi dibandingkan Tubuh Kristus. Maka, gereja bukan hanya satu perkumpulan kaum beriman, satu kewarganegaraan kerajaan surgawi, anak-anak keluarga Allah, atau bahkan satu Tubuh bagi Kristus. Karena di satu aspek yang tertinggi, gereja adalah manusia baru untuk merampungkan tujuan kekal Allah.
Penekanan gereja sebagai Tubuh Kristus adalah pada hayat, sedangkan penekanan gereja sebagai manusia baru adalah pada persona. Sebagai manusia baru, gereja perlu Kristus sebagai personanya. Di dalam manusia baru kita perlu mengambil Kristus sebagai persona kita. Manusia baru sebagai satu persona yang korporat harus memperhidupkan satu kehidupan seperti Yesus hidup di bumi, yaitu satu kehidupan kebenaran, mengekspresikan Allah untuk direalisasikan sebagai realitas oleh manusia.
Di dalam penciptaan Allah atas manusia ada dua maksud. Maksud positif yaitu manusia akan mengemban gambar Allah bagi ekspresi-Nya; maksud negatif yaitu manusia dapat memiliki kekuasaan Allah untuk mewakili Dia untuk menanggulangi musuh-Nya. Allah menginginkan seorang manusia, dan di dalam ciptaan lama Dia menciptakan satu gambar, lambang, bukan manusia yang riil. Manusia yang riil adalah manusia yang diciptakan Kristus di atas salib melalui kematian-Nya yang almuhit. Manusia ini disebut manusia baru.
Istilah “manusia baru” mengingatkan kita akan manusia lama. Manusia lama tidak mungkin menggenapkan tujuan ganda Allah. Namun, manusia baru di dalam ciptaan baru Allah dapat menggenapkan tujuan ganda itu, yaitu untuk mengekspresikan Allah dan menanggulangi musuh Allah.
09/10/16, 16:36 – ‪+231 770 736 935‬: Heavenly Father, today We put our dreams, desires, hopes & longings into Your loving hands. We trust that the vision You have given us is for an appointed time. We know that Your timing is best so We will praise You until We see the promise. Father God, thank You for being our ever-present help during our troubles & challenges. We trust today that You are with us and that You are comforting us & restoring our souls. We lift our eyes to You this day. Help us to follow Your commands & honour You as You direct our steps each day of this week. Father, remove anything that would hold us back from all that You have in store for us this week. In Jesus’ mighty name We pray. Amen!
09/10/16, 18:45 – ‪+62 818-384-872‬: Amen
09/10/16, 20:53 – ‪+62 896-6932-2091‬: Amen!
09/10/16, 20:59 – ‪+62 878-8988-5096‬: Amen!
09/10/16, 21:12 – ‪+62 882-1422-6046‬: Amen!
10/10/16, 5:43 – ‪+62 818-384-872‬: Senin, 10 Oktober 2016
Porsi Ayat Bacaan PB: Kol. 3:12-4:6

Hendaklah Kamu Mengampuni

Doa baca: “Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.” (Kol. 3:13)

Allah mempunyai satu harapan atas diri kita, yaitu siapa saja yang ingin memperoleh kasih karunia, ia harus belajar memberikan kasih karunia kepada orang lain. Kalau yang kita terima itu kasih karunia, maka Allah mengharapkan agar kita pun mau memberikan kasih karunia kepada orang lain. Bila orang yang percaya Tuhan tidak dapat mengampuni saudaranya, berarti ia tidak memperlakukannya menurut kasih karunia, dan ia menjadi orang yang kekurangan kasih karunia di hadapan Allah. Sebagaimana Tuhan terhadap Anda, Tuhan pun mengharap agar Anda demikian pula terhadap orang lain. Tuhan telah menghapuskan hutang Anda dengan belas kasihan, Ia pun mengharap Anda pun penuh dengan belas kasihan. Sebagaimana Tuhan telah memberikan kasih karunia-Nya kepada Anda, Ia pun mengharap Anda memberikan kasih karunia kepada saudara Anda.
Ada satu hal yang paling tidak sedap dipandang di hadapan Allah, yaitu jika seseorang telah diampuni, tetapi tidak mau mengampuni orang lain; ia telah menerima belas kasihan, tetapi ia tidak mau mengasihani orang lain. Setelah Anda menerima kasih karunia, Anda tidak pantas untuk enggan memberikan kasih karunia kepada orang lain. Anda harus menyadari bagaimana Tuhan memperlakukan Anda, Anda pun harus demikian memperlakukan orang lain. Kalau orang yang menerima kasih karunia menolak memberikan kasih karunia, itu suatu perbuatan yang tidak selayaknya. Hendaklah kita penuh dengan kasih karunia. (Pengampunan dan Pemulihan, W.Nee)
12/10/16, 5:44 – ‪+62 818-384-872‬: Rabu, 12 Oktober 2016
Porsi Ayat Bacaan PB: 1 Tes. 1:1-10
Kidung #442

Membereskan Berhala

Doa baca: “Sebab mereka sendiri bercerita tentang kami, bagaimana kami kamu sambut dan bagaimana kamu berbalik dari berhala-berhala kepada Allah untuk melayani Allah yang hidup dan yang benar.” (1 Tes. 1:9)

Ketika seseorang percaya kepada Tuhan, perihal berhala wajib dibereskan. Kita harus ingat, kita adalah bait Roh Kudus. Masakan bait Allah sepadan dengan berhala? Bahkan ketika rasul Yohanes melihat orang-orang yang percaya, ia berpesan kepada mereka untuk menjauhkan diri dari berhala.
Menjauhkan diri berarti tidak menghampiri, karena itu orang kristen tidak diperkenan mengunjungi tempat-tempat pemujaan berhala. Demikian pula dengan berbagai jenis takhayul, kekhawatiran nasib, tanda-tanda, atau ucapan-ucapan pantangan terhadap ini dan itu, semuanya harus dibuang. Banyak orang beriman yang masih memperhatikan masalah nasib, wajah, dan hari depan. Semua perkara yang bersifat nujum atau ramalan juga adalah yang terlarang. Setiap benda yang termasuk dalam kategori berhala, tanpa terkecuali, harus diakhiri di hadapan Allah, sehingga kita sama sekali putus hubungan dengannya. Hal ini harus kita bereskan secara tuntas. Jika tidak, kita akan tersesat ke jalan lainnya. Ibadah kita bukan dalam daging, melainkan dalam roh. Allah mencari penyembah-penyembah dalam roh, bukan dalam daging. Allah itu Roh, Ia bukan sebuah patung atau gambar. Menolak berhala-berhala yang lampau, itulah perkara lampau pertama dalam Alkitab yang harus kita selesaikan. Kita harus menolak semua berhala sambil menantikan kedatangan yang kedua kali dari Putra Allah. Kita harus terus mengingat bahwa Allah kita adalah Allah yang cemburu. (Peyelesaian Perkara-Perkara yang Lampau, W. Nee)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *