banner
Foyer
. HOME
SERBA-SERBI JARGON ROHANI
F.A.Q
GAMBAR ROHANI

Kontak Pengunjung

 

 


INNER LINK
DAFTAR LINK KRISTEN
LINK KRISTEN BAHASA INGGRIS
NAMA ALLAH DALAM BAHASA IBRANI
TEMPAYAN KANA
BILLY GRAHAM  
LINK ORGANISASI KRISTEN  
LINK KRISTEN INDONESIA  

 
 

 

.

Last Update :

 

 

 

 

Google

HERMENEUTIK Penafsiran Alkitab Berpedoman
dirangkum oleh Eddy Sriyanto



Dari Berbagai Sumber.

Hermeneutik berasal dari kata Yunani hermeneuw yang artinya menginterpelasi, menafsirkan . Kata yang dekat dengan pengertian ini adalah exegesis dari kata exegeomai atau menggali/ mengeluarkan sesuatu materi.
Penting sekali untuk menafsirkan Alkitab dengan cara yang benar, agar maksud/kehendak Allah yang sesungguhnya dapat kita pahami sehingga kita dapat mencapai target yang dirancangkan Allah kepada kita.
Seorang yang percaya Kristus tidak boleh membaca Alkitab seperti membaca buku biasa. Memang Alkitab perjanjian Lama sepertinya merupakan kumpulan sejarah, tata-etika, sajak/puisi, dan hal-hal lain yang kurang menariuk. Tetapi pembaca Alkitab harus mencoba mendapatkan maksud dari apa yang ia baca dan mengaplikasikannya dalam hidupnya dan itulah yang disebut dengan merenungkan dan melakukan Firman Allah.

Namun demikian meskipun kegiatan membaca dan merenungkan Alkitab merupakan suatu hal yang sudah umum dan biasa dilakukan umat Kristen, ada prinsip-prinsip dasar yang perlu dipahami agar ketika mempelajari Firman Allah tidak melakukan kesalahan fatal atau membuat kesimpulan yang salah yang berakibat buruk pada pertumbuhan kerohanian orang tersebut.2 Petrus 1:21-22 berkata, “Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri, sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.” Ayat ini menuntun kita untuk tidak bermain-main dalam memberikan penafsiran atau arti dari Firman Allah. Petrus sendiri mengakui bahwa dalam tulisan Paulus terdapat tulisan yang sukar dimengerti yang menuntut kehati-hatian, tetapi bagi sebagian orang telah memutarbalikkannya untuk menjadi kebinasaan mereka ( 2 Petrus 3:15-16). Itulah sebabnya Paulus mengingatkan pengikut Kristus, “Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu” (2 Timotius 2:15). Kata “usahkanlah” memiliki pengertian untuk berjuang dan berusaha keras dengan menggali kebenaran Firman Allah. Karena dengan mengerti apa yang Allah katakan dalam FirmanNya maka ia akan mengerti bagaimana menjadi seorang hamba yang layak di hadapan Allah.

Dalam Alktiab bahasa Inggris (KJV) kata “usahakanlah” adalah kata “study” yang mana menekankan bagaimana umat Kristen harus mempelajari Firman Allah agar bisa menyenangkan hati Allah. Oleh karena sebelum seseorang memberikan suatu arti dari suatu Firman Allah dari Alkitab yang dibaca, ia harus berhati-hati karena ia menangani perkataan Allah dan bukan perkataan manusia. Jadi yang perlu dipikirkan adalah apa maksud Allah ketika DIA mengatakan atau memberikan perkataan tersebut dan bukan apa menurut kita maksud Firman tersebut. Jika anda mengendarai mobil atau motor, anda pasti sering melihat suatu tanda dalam perjalanan dengan tulisan ‘HATI-HATI ADA LOBANG 100 METER.’ Ketika anda membaca peringatan seperti ini, anda mencoba mengerti apa maksud pembuat tulisan tersebut. Apakah itu berarti ada lobang panjangnya 100 meter atau ada lobang 100 meter di depan. Menafsirkan Firman Allah hampir sama dengan contoh ini. Jadi hal pertama yang anda harus anda lakukan adalah pikirkanlah apa maksud Tuhan ketika mengatakan perkataan tersebut. Namun ada prasyarat (syarat awal) sebelum seseorang menafsirkan Firman Allah, yaitu bahwa ia sudah lahir baru (percaya pada Kristus dengan sungguh-sungguh) dengan demikian ia memiliki Roh Kudus yang berdiam di dalam dirinya yang akan memimpin, membimbing, menuntun dan mengajarinya.

Hal kedua yang harus ketahui adalah bahwa Alkitab itu sempurna dan tidak mengandung kesalahan karena Alkitab adalah perkataan Allah yang sempurna dan yang tidak melakukan kesalahan. Semua tulisan manusia mengandung kesalahan karena manusia memilki keterbatasan dan kelemahan tetapi Allah tidaklah demikian, rencana dan karyaNya sempurna. Oleh karena itu ketika manusia berdosa yang walaupun telah disucikan dan ditebus oleh darah Yesus Kristus, dan dibenarkan dihadapan Allah serta dijadikan sebagai orang-orang Kudus, sifat alami manusia untuk melakukan kesalahan dan kekeliruan masih tetap menjadi tabiat dan sifat natural manusia dan karyanya tidak akan pernah sempurna, seperti Allah sempurna.

Hal ketiga, ketika anda menafsirkan Alkitab, jangan mempertentangkan satu bagian firman Allah dengan ayat Alkitab di bagian lainnya. Dengan kata lain ketika anda mencoba memberikan arti dan maksud dari suatu ayat firman Allah, arti tersebut jangan bertentangan dengan ayat-ayat lain. Jika hal itu terjadi, itu berart anda telah melakukan kesalahan atau pengertian dan maksud yang anda berikan keliru dan salah. Allah tidak akan pernah melakukan kesalahan dan kekeliruan. Oleh karena jika hal seperti ini terjadi anda harus sadar anda memiliki keterbatasan dan perlu belajar lagi atau menanyakan maksud ayat tersebut kepada orang Kristen yang lebih rohani dari anda atau kepada pendeta atau penginjil yang mana mereka telah lebih banyak belajar Alkitab ketimbang anda sendiri. Namun demikian ada saatnya anda tidak menemukan jawaban dari pertanyaan anda dan anda harus menerima hal itu sebagai mana adanya karena manusia memiliki keterbatasan. Allah tidak pernah melakukan kesalahan dalam FirmanNya.

Hal keempat yang harus anda ketahui adalah ketika anda memiliki pengalaman tertentu dalam hidup, jangan jadikan pengalaman menjadi patokan (penentu) tetapi Alkitab harus menjadi potakan hidup anda. Dengan kata lain jangan jadikan pengalaman sebagai kebenaran mutlak dan kemudian menjadikan Alkitab (firman Allah) untuk mendukung pengalaman anda tetapi sebaliknya, Alkitab harus yang paling utama (patokan kebenaran) dan pengalaman hidup menjadi pendukung. Oleh karena itu jika Alkitab mengatakan sesuatu yang berbeda dengan pengalaman anda, maka pengalaman anda itu keliru dan salah dan bukan Alkitab yang salah. Jangan mencari-cari ayat Alkitab untuk membenarkan pengalaman anda.

Keempat hal diatas memberikan fondasi dasar bagi anda ketika belajar Firman Allah. Namun ada banyak prinsip-prinsip penafsiran firman Allah yang perlu diketahui para penafsir dan ketika anda terus belajar dan membenahi diri, anda akan semakin mengetahuinya dan Roh Kudus akan membantu Anda untuk mendalami firman Allah.

Beberapa dasar penting dalam menafsirkan Alkitab:
(1) Yakinilah bahwa Alkitab adalah otoritas tertinggi dalam iman dan segala praktek kehidupan.

(2) Alkitab menafsirkan Alkitab itu sendiri. Tafsiran yang paling baik adalah penjelasan atau tafsiran yang diberikan firman Allah dalam kitab-kitab yang lain.
(3) Memiliki iman dan Roh Kudus adalah suatu keharusan dalam mengerti dan menafsirkan Firman Allah.
(4) Tafsirkan pengalaman pribadi menurut Firman Allah dan bukan Firman Allah menurut pengalaman pribadi.

(5) Contoh-contoh dalam Alkitab memiliki otoritas hanya ketika didukung oleh perintah Allah.

(6) Tujuan utama Alkitab adalah mengubah hidup kita, bukan menambah pengetahuan.

(7) Setiap orang Kristen memiliki hak dan tanggungjawab untuk menyelidiki dan menafsirkan Firman Allah bagi dirinya.

(8) Sejarah gereja itu penting tetapi bukan penentu utama dalam menafsirkan Alkitab.

(9) Semua janji Allah dalam keseluruhan Alkitab melalui Roh Kudus bermanfaat bagi setiap orang percaya di sepanjang zaman.

(10) Firman Allah hanya memiliki satu arti dan bukan banyak arti.

(11) Tafsirkan kata-kata Firman Allah dengan harmonis secara kontekstual (masa/waktu, tempat, dan makna).

(12) Tafsirkanlah bagian Firman Allah dalam keharmonisan dengan konteksnya.

(14) Ketika obyek yang tidak hidup digunakan untuk menjelaskan makhluk hidup, maka pernyataan itu dapat dipertimbangkan sebagai figuratif (kiasan).

(15) Ketika suatu ekspresi tidak sesuai dengan suatu karakter yang dijelaskan, pernyataan itu dapat dipertimbangkan sebagai figuratif (kiasan).

(16) Bagian-bagian prinsip yang terpenting dari perumpamaan melambangkan realitas tertentu. Pertimbangkan hanya bagian dan bentuk yang terpenting ini saja pada saat membuat kesimpulan.

(17) Tafsirkan nubuat-nubuat para nabi dalam makna biasa yaitu, pengertian harfiah dan sejarah (historikal), terkecuali konteks ataupun cara bagaimana nubuat-nubuat itu digenapi dengan jelas menunjukkan bahwa nubuat-nubuat itu memiliki arti simbolik.

Back to home
.

Back to home

GBI Pasar Minggu

 


 
editor : Eddy Sriyanto
COPYRIGHT 2011 - 2013 LIVINGBLESSING

 Hidup yang memberkati, Berkat yang menghidupkan , Berkat dan Hidup.Situs berkat bagi Indonesia. Sukacita adalah ciri orang Kristen, menjadi saluran berkat sesama. banner

gif