|
DOA DAN PUASA
2 Langkah Yang menguatkan
Terjemahan bebas dari Marilyn Hickey
Dari berbagai sumber
diringkas oleh Editor
Doa dan kuasa, adalah dua kata yang berhubungan erat, bahkan berjalan seiring seirama. Bagi mereka yang belum pernah berpuasa, tidak mengetahui makna dan kuasadi dalam berpuasa. Bagi kebanyakan orang, puasa adalah sesuatu yang sangat menyusahkan, bahkan membosankan.Bahkan ada jemaat yang tidak bisa menguasai mulutnya, mengatakan "Jika aku puasa seperti itu, bisa mati aku". Banyak orang menganggap bahwa berpuasa itu harus dengan jangka waktu lama dan peraturan yang ketat, padahal dalam Alkitab sendiri dijelaskan bahwa berpuasa dapat dengan berbagai cara, seperti memantang suatu masakan (katakanlah masakan daging) atau dengan waktu yang singkat. Hal ini akan dibahas kemudian.
Manfaat Berpuasa
Sebenarnya Yesus sudah siap ketika Roh Allah menuntun-Nya berpuasa selama 40 hari. Dalam Matius 4 : 1 dikatakan "Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun". Kalau Anda hendak berpuasa, Anda perlu pimpinan Roh Kudus. Itulah sebabnya Yesus dapat bertahan untuk berpuasa selama 40 hari. Jangka waktu 40 hari adalah waktu yang sangat lama, dan itu dapat menyebabkan sakit bahkan kematian jika Anda tidak sunguh-sungguh dipimpin Roh Kudus. Tidak ada aturan untuk mengikuti Musa yang berpuasa selama 40 hari, karena mungkin itu sangat berbahaya. Tetapi yang terpenyting adalah pimpinan Roh dalam puasa.
Elia berpuasa selama 40 hari ( I Raja 19 : 8), tetapi Allah telah mempersiapkannya untuk melakukan itu. Elia merasa sangat lemah saat Allah memanggilnya untuk berpuasa. Ia baru saja melawan para nabi baal , melakukan mujizatAllah yang memanggil api di Gunung Karmel. Ia memimpin rakyat membunuh para nabi baal dan membuang jazad mereka di lembah, juga membuat mujizat ketyika berdoa mendatangkan hujan. Namun ketika Elia sampai di Yizreel, Izebel, isteri Raja Ahab mengancamnya, ia sangat susah hatinya. Pada saat kelemahannya inilah, ia takut lalu melarikan diri ke poadang gurun dan berkata,"Sekarang, ya Tuhan, ambillah nyawaku, sebab aku ini tidak lebih baik daripada nenek moyangku." (I Raja 19:4). Sesudah bertarung dengan 450 nabi palsu, ia menjadi lemah hanya karenaseorang wanita.
Sebenarnya Allah ingin menjadikannya seorang pemenang. Demikian pula Allah hendak menjadikan Anda seorang pemenang. Ketika Elia mundur, Allah telah mempersiapkan yang indah baginya, Allah mengutus malaikat untuk menjamahnya dan memberi makan. Elia tertidur sesudah makan, jelas bahwa ia sangat lelah dan membutuhkan istirahat. Kemudian malaikat itu menjamahnya lagi, dan memberinya makan pula, tetapi kali ini ia berkata pada Elia "Aku mauengkau pergi ke Horeb dan ini berupa perjalanan 40 hari. Engkau tak usah makan apapun, karena makanan yang kuberikan kepadamu akan menunjangmu selama perjalanan itu".
Luar biasa, Elia telah dipersiapkan secara rohani untuk menjalani puasa 40 hari, bahkan untuk menempuh perjalanan ke Horeb. Ketika Elia menuju Horeb, Tuhan menyingkapkan penyebab ia gagal. Ia melihat api, angin, gempa bumi - banyak manifestasi Tuhan, dan kemudian mendengar suara yang lemah lembut berkata "Elia, engkau telah gagal karena engkau tak mau menantikan pimpinan RohKu. Ketika engkau mendengar ancaman Izebel, engkau langsung lari. Belajarlah patuh pada pimpinan Roh dan engkau akan memperoleh kemenangan." Dan sejak itu ia tak gagal lagi. Ia mengalami pengangkatan ke sorga dengan kereta kecana disaksikan Elisa, muridnya .
Yesus dituntun untuk berpuasa (Matius 17 : 21). Ini dialami setelah Ia berada di gunung tempat Ia dimuliakan dengan disaksikan ketiga orang muridNya. Ketika Ia turun dari gunung, seoirang pria yang anaknya dirasuki setan datang menemuinNya dan berkata, "Aku membawa anakku kepada para muridMu, tetapi mereka tak dapat mengusir setan itu." Yesus berdoa untuk anak itu, lalu anak itu bebas dari setan itu. Para muridNya bertanya mengapa mereka gagal mengusir setan itu, Yesus menjawab mereka:" Karena kamu kurang percaya...Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa dan berpuasa" (Matius 17:20,21).
Apakah Tujuan berpuasa? untuk menghapus ketidak percayaan. Inilah kunci menuju kepada puasa. Yesus memberitahu para murid bahwa mereka tak sanggup mengusir iblis karena ketidakpercayaan mereka.
Namun jika mereka berpuasa dan berdoa, mereka pasti akan memiliki kepercayaan penuh untuk dapat mengusir setan. Puasa akan menempatkan Anda pada kedudukan iman yang lebih tinggi.
Banyak orang yang berpuasa hanya untuk mengurangi berat badan. Hal ini sebenarnya tidaklah salah, tetapi itu bukanlah tujuan berpuasa yang meningkatkan iman.
Mari kita lihat beberapa contoh dalam Alkitab tentang puasa. Ada buaa dalam kisah Yunus, tetapi ternyata bukanlah Yunus yang menjalaninya. Ketika Allah memanggilnya untuk berkhotbah di kota Niniwe, ia seharusnya berpuasa untuk mempersiapkan diri sebagai utusan Allah, tetapi ia tidak melakukannya.
Yuinus tidak mau ke Niniwe untuk mengabarkan perintah Allah untuk bertobat kepada orang-orang di sana. Hal ini karena Niniwe adalah ibukota kerajaan Asiria.
Bangsa Asiria dikenal kejam dan bermusuhan dengan bangsa Ibrani. Mereka telah berulangkali menyerang Israel, menawan penduduknya dan menjarahnya. Yunus tak mau memberitakan pertobatan kepada bangsa yang telah membunuh kerabat dan merampok bangsanya. Perasaan yang umumnya dimiliki semua orang lainnya.
Allah berbicara kepada Yunus:"Aku mau engkau pergi ke Niniwe dan menyuruh penduduknya untuk bertobat." Yunus hendak melarikan diri, tetapi Allah menangani masalah ini dengan cara yang sangat ilahi. Melalui peristiwa di tengah samudera, Yunus akhirnya pergi ke Niniwe untuk memberitakan tentang pertobatan. Di sana ia menyerukan untuk bertobat dan sungguh ajaib, orang-orang Asiria sampai pada rajanya bertobat. Mereka berpuasa dengan sangat bersungguh-sungguh. Karena pertobatan itu, Allah tidak jadi memurkai mereka namun menyelamatkan mereka.
Pelajaran lain tentang berpuasa kita dapatkan dalam kitab Ester. Ester sebagai ratu Persia, namun tetap mengakui jatidirinya sebagai seorang Yahudi dan bukanlah orang Persia asli. Keberadaan bangsa Yahudi saat itu terancam dipunahkan karena niat jahat Haman. Paman Ratu Ester, Mordekhai menyampaikan pesan kepadanya mengenai bahaya yang sedang mengancam mereka, "Ester, engkau tak dapat bersembunyi dari Allah. Mungkin untuk saat semacam inilah engkau telah dipanggil untuk menyelamatkan bangsa Israel."
Peraturan di istana saat itu, menemui raja tanpa undangan dari raja berarti mempertaruhkan nyawa. Bila raja berkenan menemui dan mengulurkan tongkat, berarti raja berkenan dan selamatlah ia, tetapi bila tidak , hukuman mati pasti dilaksanakan.
Ester menjawab Mordekhai :"Pergilah, kumpulkanlah semua orang Yahudi yang terdapat di Susan dan berpuasalah untuk aku; janganlah makan dan janganlah minum tiga hari lamanya, baik waktu malam, baik waktu siang. Aku serta dayang-dayangku akan berpuasa demikian, dan kemudian aku akan masuk menghadap raja, sungguhpun berlawanan dengan undang-undang; kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati" (Ester 4:16)
Ester melanggar undang-undang Persia saat ia menghadap raja; itu dapat berakibat hukuman mati baginya. Mari perhatikan jangka waktu puasa ini bukanlah 40 hari, melainkan hanya tiga hari saja. Ia bersama dayang-dayangnya dan orang-orang Ibrani di wilayah itu berpuasa dan berdoa, dan hasilnya semua orang Yahudi di Persia diselamatklan. Ribuan nyawa selamat oleh usaha sekelompok orang yang berpuasa dan berdoa selama tiga hari. Sebaliknya musuh utama mereka yang merancangkan pembantaian itu akhirnya disulakan/digantung di tiang gantungan yang dibuatnya sendiri. Betapa dahsyatnya kuasa dari doa dan puasa itu.
Dalam 1 Samuel 7, orang-orang Filistin datang menyerang Israel. Saat itu merupakan masa yang sangat mengerikan, sehingga Samuel memerintahkan kaumbya untuk berdoa dan berpuasa. Allah mengejutkan pasukan Filistin dengan badai yang sisertai petir dan guruh. Pasukan Filistin berjumlah sangat banyak dengan persenjataan lengkap.Mujizat terjadi, saat itu suara Allah seakan menggelegar sehingga mereka menyangka pasukan Israel yang menyerang
Satu puasa yang sangat istimewa dicatat dalam Hakim-hakim 20. Yaitu tentang seorang pria Imam walaupun bukan golongan hamba Tuhan. Issue sentral dalam buklu Hakim-hakim dalah "Setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri." Kitab ini menjelaskan tentang bangsa yang "melakukan kehendak mereka sendiri tanpa menyertakan Allah"
Imam ini mempunyai seorang gundik yang ketika bermasalah dengan imam ini, pulang ke rumah ayahnya. Lalu Imam itu menjemputnya ke rumah ayahnya, Setelah imam dan gundik ini hendak pulang kembali ke Betlehem, mereka kemalaman sehingga harus bermalam di suatru rumah. Namun penduduk di sekitar situ yang merupakan bani Benyamin yang telah rusak moral dan akhlaknya memaksa untuk bersetubuh dengan perempuan itu. Perempuan itu dibawa keluar dan dipaksa melayani nafsu bejat penduduk setempat. Kaum yang brutal itu memperkosa wanita malang itu semalaman sampai meninggal di depan pintu.
Esok harinya, imam yang menemukan gundiknya telah tewas, meminta pertimbangan semua suku Israel lainnya. Sebelas suku Israel menyuruh utusan untuk meminta bani Benyamin menyerahkan pekaku tindakan amoral tersebut, tetapi mereka tidak mau menyerahkannya. Akhirnya sebelas suku lainnyabersepakat untuk memerangi suku Benyamin yang kidal dan sangat ahli berperang. Sangat mencengangkan kalau dalam dua pertempuran pertama, suku Benyamin memenangkan pertempuran dan membunuh 22.000 orang.
Kemudian pergilah semua orang Israel dari sebelas suku itu, ke Betel dan meratap di hadapan Tuhan, berpuasa sampai senja hari sambil mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan di hadapan Tuhan. Dan orang Israel bertanya kepada Tuhan, pada waktu itu ada tabut perjanjian Allah dan Pinehas bin Eleazar bin Harun menjadi Imam Besar pada waktu itu. Kata mereka: "Haruskah kami maju sekali lagi untuk berperang melawan bani Benyamin, saudara kami itu, atau haruskah kami hentikan itu?" Jawab Tuhan: "Majulah, sebab besok Aku akan menyerahkan mereka ke dalam tanganmu" Hakim 20:26-28).
Mereka berpuasa hanya sehari. Janganlah anda risaukan ketentuan mengenai lamanya dan cara berpuasa, karena Allah lebih menilik hati daripada perbuatan manusia. Mengapa Israel awalnya sampai dikalahkan dua kali oleh bani Benyamin? Karena Israel sudah tegar tengkuk dan meninggalkan Tuhan sehingga kuasa kegelapan menguasai bangsa ini. Dalam catatan peristiwa bani Benyamin ini, terlihat betapa pentingnya puasa dan doa untuk menghancurkan kuasa kegelapan sehingga sebelas suku Israel dapat memenangkan pertempuran.
Apakah itu berarti kita dapat mengubah pendirian Allah? Ketika Allah kesal dengan kelakuan orang Israel, Allah berkata kepada Musa "Aku akan menjadikanmu bangsa yang besar. Engkaulah satu-satunya yang Kuperhatikan dari seluruh orang banyak ini." Tetapi Musa membantah Allah, yang mungkin tidak boleh dilakukan.
Lalu Musa mencoba melunakkan hati Tuhan, Allahnya, dengan berkata:"Mengapakah, Tuhan, murkaMu bangkit terhadap umatMu, yang telah Kau bawa keluar dari tanah Mesir dengan kekuatan yang besar dan dengan tangan yang kuat?
Mengapakah orang Mesir akan berkata: Dia membawa mereka ke luar dengan maksud menimpakan malapetaka kepada mereka dan membunuh mereka di gunung dan membinasakannya dari muka bumi
(Keluaran 32:11,12)

|